Kisah Heroik Abdul Aziz: Melawan Pelaku Penembakan Masjid dengan Mesin Kartu Kredit

Daniel
Daniel

Kisah Heroik Abdul Aziz: Melawan Pelaku Penembakan Masjid dengan Mesin Kartu Kredit Abdul Aziz

Winnetnews.com - Kejadian penembakan di Masjid Al Noor dan Lindwood Islamic Center yang terletak di Kota Christchurch, Selandia Baru, begitu memilukan untuk dunia internasional. Sebanyak 50 orang dikabarkan menjadi korban kebrutalan pelaku bernama Brenton Tarrant. Di balik kengerian yang ada saat kejadian penembakan berlangsung, ternyata ada kisah heroik yang dilakukan oleh salah satu jamaah masjid.

Laki-laki pemberani tersebut bernama Abdul Aziz. Pria kelahiran Afghanistan yang memiliki paspor Australia tersebut sempat mengonfrontasi si penembak keji saat melakukan aksinya. Abdul menggunakan mesin kartu kredit yang berada di dekatnya saat itu sebagai senjata untuk melawan pelaku.

Abdul Aziz bercerita bahwa dia saat itu sedang berada di Lindwood Islamic Center bersama keempat anaknnya untuk melangsungkan solat jumat. Ketika dia menyadari situasi di masjid sedang diserang oleh si pelaku, pria berusia 48 tahun langsung mengambil mesin kartu kredit sebagai alat untuk menyerang.

Aziz menghampiri pelaku yang tengah menuju mobilnya untuk mengambil senjata lainnya. Lantas ia melemparkan mesin kartu kredit tersebut ke arah pelaku. “Saya berteriak kepadanya ‘kemari kau, kemari’ saya melakukannya untuk membuat dia fokus kepada saya,” ujar Aziz seperti dikutip dari Guardian.

Tidak berhenti sampai situ, pelaku lalu kembali memasuki gedung. Aziz membuntutinya dan kembali mengonfrontasinya menggunakan senjata si pelaku yang ditinggalkan di area masjid. Meskipun sebenarnya senjata tersebut tidak memiliki peluru.

“Ketika dia melihat saya membawa shotgun di tangan, dia menjatuhkan senjatanya dan lari ke arah mobilnya. Saya mengejarnya. Saya melempar shotgun ke kaca mobil layaknya melempar panah. Dia hanya mengumpat dan lalu pergi,” jelas Aziz.

 

 

Penulis : Daniel
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?