(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kisah Hidup Sang Gitaris Terbaik Dunia, Slash 'Guns n Roses'

Oky
Oky

Kisah Hidup Sang Gitaris Terbaik Dunia, Slash 'Guns n Roses' Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Slash lahir pada 23 Juli 1965 di Hampstead, Inggris. Ayahnya seorang kulit putih yahudi dan ibunya seorang Afro-Amerika. Ayahnya seorang seniman yang biasa bekerja sama dengan Neil Young dan Joni Michelle, sedangkan ibunya seorang perancang desain bagi David Bowie. Setelah orang tuanya bercerai, dia ikut ibunya pindah ke Amerika di tahun 1970. Pada usia 14 tahun, dia diberikan hadiah gitar oleh neneknya. Pada awalmnya, dia sangat dipengaruhi oleh AC/DC, Jeff Beck, Jimi Hendrix, Eric Clapton, dll.

Saat skills gitarnya mulai menunjukkan taringnya, dia mencoba melamar band poison bersama Steven Adler. Sayang keduanya gagal karena tidak lolos dalam seleksi wajah. Untungnya mereka tidak putus asa, mereka berdua membentuk band Road Crew di tahun 1983. Saat bertemu grup Hollywood Rose, mereka tertarik membentuk band baru yang bernama Guns n’ Roses dengan anggota baru Axl Rose, Duff McKagan, dan Izzy Stradlin. Dengan penampilan rambut gondrong ikal yang menutupi wajahnya, sebatang rokok yang terselip di bibirnya, dan topi yang panjang, Slash menjadi sosok yang sangat ikonik sebagai gitaris rock sejati.

Di tahun 1987, Slash bersama Guns n’ Roses merilis album Appetite for Destruction, dengan menelurkan single hit seperti Welcome to Jungle, Sweet Child of Mine, dan Paradise City. Album ini meledak keras dan terjual sampai 15 juta keping hanya di Amerika Serikat saja dan mampu bertengger di tangga album terlaris selama 3 tahun. Tidak heran jika album ini disebut debut albung paling laris sepanjang masa. Riff dan lagu Sweet Child of Mine selalu menjadi salah satu lagu rock terbaik. Di tahun 1988, Guns n’ Roses meluncurkan album akustik GN’R Lies dan menciptakan lagu hit seperti Patience dan 2 lagu yang sangat kontroversial: Used To Love Her dan One in a Million. Album ini terjual 5 juta kepingdan masuk top 5 album. Sayang karena dianggap kecanduan narkoba yang berlebihan, Steven Adler dipecat dari GNR dan digantikan oleh Matt Sorum. Dizzy Red juga ikut bergabung mengisi posisi keyboard.

Di tahun 1991, GNR meluncurkan double albung yang paling ambisius Use Your Illusion I dan II. Dalam album ini menghasilkan 2 lagu yang mempunyai komposisi kompleks, dramatis dan artistik seperti November Rain dan Estrange, tapi sayang bibit perpecahan dalam GNR mulai muncul. Axl Rose lebih mengarahkan musiknya ke progresif rock, sedangkan Slash dan McKagan cenderung Hard Rock. Album ini juga menghasilkan hit seperti Don’t Cry, Yesterday, Civil War, dll. Sayang setelah album ini selesai digarap, Izzy cabut dari GNR karena Axl Rose otoriter dan mendirikan band Juju Hounds. Akhirnya posisinya digantika Gilby Clark.

Setelah merilis album Spaghetti Incident? Yang kurang sukses, GNR mulai diambang perpecahan, apalagi dominasi Axl yang sangat kuat. Akhirnya, Slash memilih bersolo karir dan membentuk Slash’s Snakepit bersama Matt Sorum, Gilbi Clarke, Dizzy Reed, Mike Inez dan Eric Dover. Album It’s Five O’Clock Somewhere terjual terjual 1.5 juta keping di Amerika. Di tahun 1996 Slash secara resmi menyatakan hengkang dari GNR. Di tahun 2000, Slash’s Snakepit meluncurkan album Ain’t Life Grand. Di tahun 2004, Slash bersama Matt Sorum dan Duff McKagan membentuk band Velvet Revolver dengan menghadirkan Scott Weiland sebagai vokalis dan Dave Kushner sebagai gitaris. Dan menghasilkan 2 album yang cukup sukses: Contraband (2004) dan Libertad (2007).

Di akhir tahin 80-an, Slash hampir menjadi satu-satunya gitaris dengan gejala shred yang lambat, mengingatkan kita pada gaya gitaris hard rock yang ditemukan oleh Page dan Beck dan bukan Paganini dan Bach. Dengan pemberontakannya, citra anak jalanan dan gaya permainan yang kotor, Slash menjadi ikon gitar Hard Rock, bermain dengan riff yang liar dan agresif, diinspirasikan oleh musik blues yang mempunyai kekuatan pada tehknik bending dan vibrato yang menyayat, sehingga mampu mengalahkan laskar vertuso shred seperti Yngwie Malmsteen atau Steve Vai. “Segala kemajuan dari gitar membuat banyak hal menjadi rumit, kata Slash. Aku tidak terintimidasi oleh hal-hal itu, akarku yang mendasar berasal dari hard rock. Kamu dapat melakukan jutaan nada dengan menggunkan dasar itu.”

Permainan Slash menunjukkan pada generasi baru dari para gitaris bahwa emosi adalah hal yang sepenting chops, membuka jalan bagi kemunculan grunge dan lahirnya kembali punk rockdi tahun 90-an. Di tengah demam fender strat mania pada tahun 80-an yang digemari banyak gitaris, Slash menghidupkan kembali ketertarikan pada Les Paul. Meskipun slash setia sebagai gitaris hard rock, dia sering menjadi gitaris tamu yang favorit di berbagai rekaman dari berbagai macam artis termasuk Iggy Pop, Alice Cooper, Paul Rodgers, Carole King , dan Michael Jackson.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});