Kisah Pahit WNI Korban Perbudakan Seks di Amerika

Kisah Pahit WNI Korban Perbudakan Seks di Amerika

Selasa, 5 Apr 2016 | 16:40 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Saat Shandra Woworuntu menginjakkan kakinya di AS, ia berharap bisa memulai karir baru di industri perhotelan. Namun ia justru dijerumuskan ke dunia prostitusi dan perbudakan seksual, dipaksa mengkonsumsi obat-obatan dan mengalami kekerasan. Setelah berhasil kabur, polisi mengabaikan laporannya, dan Konsulat RI juga menolak memberinya bantuan hingga ia jadi gelandangan, sebelum akhirnya bertemu seseorang yang menghubungkannya dengan FBI. Kisah ini mungkin akan tak tertahankan bagi sebagian pembaca.

Saya tiba di Amerika Serikat pada minggu pertama bulan Juni 2001. Bagi saya, Amerika adalah sebuah tempat yang menjanjikan dan memberikan peluang. Saat saya melangkah menuju imigrasi saya merasa senang berada di sebuah negara baru, meskipun secara ganjil terasa akrab juga karena sudah mendapat gambaran dari yang dilihat di TV dan film-film.

Johnny mengambil semua dokumen-dokumen saya, termasuk paspor saya, lalu ia membawa saya dan dua wanita lainnya masuk ke dalam mobilnya.

Di bagian kedatangan saya mendengar nama saya dipanggil, lalu saya melihat seorang pria yang tengah memegang sebuah plakat dengan foto saya. Tetapi, bukan soal foto yang saya pedulikan. Agen penyalur kerja di Indonesia menyuruh saya mengenakan pakaian yang terbuka, 'tank top' atau kaus tanpa lengan. Orang yang memegang plakat itu tersenyum hangat. Namanya Johnny, dan saya menyangka ia akan mengantarkan saya ke hotel tempat saya akan bekerja nanti.

Pada kenyataannya hotel itu berada di Chicago, sementara saya tiba di bandara JFK di New York yang jaraknya hampir 1250km, ini menunjukkan betapa naifnya saya. Saya berumur 24 tahun kala itu dan tidak tahu dunia apa yang saya masuki ini.....

Baca Selengkapnya di: Kisah Shandra Woworuntu, WNI korban perbudakan seks di Amerika

Sumber: BBC Indonesia

 Foto: palembang.tribunnews.com

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...