Kisah Pilu Pebisnis Taksi Arab Saudi Sambut Ibadah Haji 2020
Ilustrasi taksi. (Foto: Oxford Mail)

Kisah Pilu Pebisnis Taksi Arab Saudi Sambut Ibadah Haji 2020

Rabu, 29 Jul 2020 | 11:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Ibadah haji 2020 membuat semua umat Muslim sedunia merasa sedih dan kecewa akibat terdampak pandemi virus corona yang muncul di Kota Wuhan, China. Sejumlah bisnis di Arab Saudi pun mendadak sepi orderan, sangat berbeda dengan ibadah haji tahun lalu.

Salah satunya bisnis transportasi milik Sajjad Malik. Bisnis pemesanan taksi yang biasanya ramai dari tahun ke tahun selama ibadah haji maupun umrah, kini harus gigit jari setelah dilanda pandemi Covid-19.

"Tak ada pekerjaan, tak ada gaji, tak ada apa-apa," keluhnya seperti dilansir VIVA, Rabu (29/7).

"Biasanya dua atau tiga bulan sebelum ibadah haji, saya dan para pengemudi menghasilkan cukup uang untuk bertahan selama sisa tahun ini. Tapi sekarang tidak ada apa-apa," sambungnya.

Salah satu pengemudi taksi milik Sajjad Malik, yakni Samiur Rahman, salah satu pekerja asing di Arab Saudi, mengabari kantornya tentang keadaan di jalan-jalan sekitar menara jam Mekah yang populer.

Lautan peziarah hilang. Biasanya para peziarah berbaris di jalan-jalan, berpakaian putih, dengan memakai payung untuk melindungi diri dari panas yang hebat.

Saat ini mobil-mobil kosong tanpa penumpang dan kota terlihat seperti kota hantu. Karyawan Sajjad hanya mengirimnya video-video merpati yang memenuhi jalan.

"Pengemudi saya tidak bisa makan dan sekarang mereka tidur berempat atau berlima di satu kamar yang sebetulnya hanya cukup untuk dua orang," kata Sajjad.

"Tidak, tidak ada bantuan, tidak ada. Saya punya tabungan yang kami habiskan. Tapi saya punya banyak staf - lebih dari 50 orang bekerja untuk saya - dan mereka menderita."

"Salah satu teman saya menelepon kemarin, dan mengatakan, `Tolong saya butuh pekerjaan, saya bahkan tidak peduli berapa gaji yang akan Anda bayar.` Percayalah, orang-orang menangis. "

Ada pembatasan ketat untuk ibadah haji tahun ini. Arab Saudi menjadi salah satu negara di Timur Tengah yang mencatatkan jumlah positif Covid-19 yang banyak.

Biasanya, dua juta peziarah datang dari seluruh dunia ke Mekah. Namun, kini mereka tidak diizinkan masuk dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

Hanya mereka yang sudah tinggal di negara itu yang diizinkan untuk melakukan ibadah haji - sehingga jumlah jemaah menjadi hanya 10.000 orang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...