Kisah Selamatnya Satu Penumpang Maskapai PIA yang Jatuh dan Tewaskan 98 Orang di Karachi
Airbus A320 milik maskapai Pakistan Intermational Airlines remuk tak berbentuk setelah jatuh di permukiman warga di Karachi, Pakistan dan menewaskan 98 penumpang, Jum'at (22/5) waktu setempat. (Foto: Foxnews)

Kisah Selamatnya Satu Penumpang Maskapai PIA yang Jatuh dan Tewaskan 98 Orang di Karachi

Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Sebuah pesawat milik maskapai Pakistan International Airline (PIA) jatuh dan menewaskan sekitar 90 penumpang, Jum'at (22/5). 

Ada kejadian menarik terkait dengan tragedi mengerikan ini. Ya, peristiwa ini akan dikenang seumur hidup oleh Syed Mustafa Ahmed.

Dilansir dari Viva.co.id, Sabtu (23/5), seharusnya Mustafa berada dalam pesawat Airbus A320 jika dia tidak mengalami masalah saat booking karena sistem error

Mustafa bahkan sempat tiga kali mencoba dan mencoba meminta pertolongan temannya. Namun selalu gagal. Insiden yang memang pantas disyukuri dan tentu akan selalu dikenang.

“Saya memesan sendiri untuk kursi 13-A, tapi saat opsi pembayaran keluar, ada sistem error. Saya mencoba sampai tiga kali lagi. Saya bahkan meminta tolong teman saya yang bekerja di Serene Airlines. Kami mencoba lagi tapi tetap gagal," kata Mustafa.

Diberitakan pesawat 320 Airbus PIA mengalami kecelakaan di selatan Kota Karachi yang menewaskan 98 orang. Pesawat ini mebawa 100 penumpang dan kru untuk rute penerbangan dari Lahore ke Karachi. Pesawat jatuh saat akan mendarat di Bandara International Jinnah, Karachi.

Teriakan Pilot

Sebab kecelakaan itu sendiri saat ini diduga kuat karena pesawat mengalami kerusakan pada mesin. Hal itu juga yang disampaikan sang pilot kepada air traffic control di Karachi sebelum terjatuh. Dalam rekaman audio tersebut, teriakan sang pilot terdengar jelas.

"Kami putar balik, kami kehilangan mesin," kata sang pilot saat melaporkan adanya masalah dengan pesawatnya.

Petugas air traffic control langsung mengarahkan pilot untuk tempat pendaratan darurat. Namun selang 22 detik kemudian, sang pilot kembali berteriak.

"Mayday, Mayday, Mayday. Kami terjun kencang, kami kehilangan mesin," teriak sang pilot. Setelah itu tak ada lagi suara dari sang pilot dan terakhir diketahui jika pesawat hancur.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...