Kisah UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona
Foto: Ogilvy

Kisah UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Senin, 13 Apr 2020 | 15:32 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia, membuat sektor usaha menjadi melemah. Lembaga pemeringkat Moody’s bahkan memprediksi perekonomian Tanah Air pada tahun 2020 melambat 3 persen, sebelum kembali naik lagi pada tahun yang akan datang.

Kebijakan pembatasan sosial yang terjadi secara masif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bagi sebagian UMKM, telah mengubah pola usaha dan perilaku pelanggan. Pelanggan tidak bisa lagi menyantap makanan di tempat dan beberapa usaha kuliner pun membatasi jumlah pengunjung, serta mengurnagi jam operasional.

Untuk itu, para pelaku usaha pun harus beradaptasi dan memiliki strategi untuk digunakan dalam situasi ini. Salah satunya adalah dengan mengandalkan teknologi untuk menjangkau pelanggan. Strategi ini seperti yang dilakukan oleh mitra merchant GrabFood di Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan yang sampai saat ini bertahan dan terus menggerakkan perekonomian kotanya.

Muhammad Muhlis, Manager Pemasaran Wingz O Wingz, yang menjual kreasi menu ayam di Bandung menceritakan bagaimana usaha yang dikelolanya berjuang di tengah pandemi ini. “Dampak yang paling terasa adalah pada transaksi makan di tempat yang sekarang hanya tinggal 5 persen saja. Sesuai imbauan pemerintah kami juga membatasi kunjungan pelanggan untuk makan di tempat dengan mengutamakan layanan take away atau order memakai aplikasi,” tutur Muhlis dalam keterangan pers yang diterima WinNetNews.

Sementara itu, Edwin Sugiaurto selaku pengelola Ayam Bakar Primarasa di Surabaya, mencoba mempertahankan usahanya dengan meningkatkan standar kebersihan dan selalu melakukan prosedur pengecekan kesehatan kepada karyawannya.

UMKM MasterCheese di Makasar
UMKM MasterCheese di Makasar

UMKM MasterCheese milik Yulianti saat ini harus mengurangi jam operasionalnya. Namun ia mengaku bersyukur karena adanya teknologi di situasi saat ini, sehingga usahanya masih dapat bertahan. Lain lagi dengan Edwin Susanto yang mengelola Martabak Mekar di Medan, dia mengatakan bahwa saat ini usahanya masih cukup ramai. Terutama karena kebanyakan pembelinya memesan melalui aplikasi GrabFood.

Grab memberikan beragam materi eduksi yang relevan dengan operasional usaha di tengah pandemi saat ini. Seluruh materi tersebut dapat dengan mudah diakses oleh para mitra, melalui aplikasi merchant GrabFood yang biasa mereka gunakan sehari-hari.

“Grab, sebagaiperusahaan aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, juga memiliki berbagai inisiatif guna mendukung upaya mitra merchant melawan pandemi COVID-19 di berbagai kota tempat kami beroperasi, yakni dengan menerapkan standar keamanan terpadu untuk layanan pesan-antar makanan,” kata Neneg Goenadi selaku Managing Director Grab Indonesia.

“Kami mengembangkan sejumlah pedoman, perangkat, dan materi pelatihan baru yang dapat membantu mitra merchant untuk mengimplementasikannya dengan mudah ke dalam proses kerja harian mereka. Standar yang dimaksud antara lain menghadirkan opsi pengantaran tanpa kontak sebagai langkah perlindungan bagi pelanggan sekaligus mitra, menyertakan Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood yang berisi catatan tanggal, waktu, nama dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan pada setiap kemasan makanan yang dipesan dan pemeriksaan suhu tubuh pelanggan, karyawan serta mitra pengantaran secara rutin,” imbuhnya.

Untuk memrangi pandemi ini, Grab menginisasi gerakan #KitaVSCorona yang diluncurkan di berbagai wilayah Indonesia. Melalui gerakan ini, Grab telah membagikan ribuan masker, hand sanitizer dan menyemprotkan disinfektan pada kendaraan mitra pengemudi Grab. Selain itu, Grab juga akan mendanai secara langsung, serta bermitra dengan pihak ketiga terkait program pemasaran GrabFood untuk merchant-merchant terpilih yang diharapkan dapat membantu mereka menjangkau lebih banyak pelanggan dan menerima pendapatan tambahan. Grab juga melakukan edukasi mengenai gaya hidup sehat dan pencegahan penyebaran COVID-19 serta layanan pemeriksaan awal COVID-19 secara online lewat GrabHealth.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...