Kisruh RAPBD DKI 2020 Janggal, Anggaran Lem dan Pulpen Capai Ratusan Miliar Rupiah
RAPBD DKI Jakarta 2020 viral pasca anggaran lem aibon janggal. [Foto: Timesbali]

Kisruh RAPBD DKI 2020 Janggal, Anggaran Lem dan Pulpen Capai Ratusan Miliar Rupiah

Kamis, 31 Okt 2019 | 09:37 | Khalied Malvino

Kritik DPRD DKI

Sebelumnya, anggota DPRD Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana, mengkiritik sejumlah komponen pada RAPBD 2020 yang dinilainya ganjil, di antaranya adalah pengadaan:

- Lem Aibon untuk Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat senilai Rp82,8 miliar;

- Pulpen menggambar untuk Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Timur senilai Rp123,8 miliar;

- 7.000 komputer untuk Dinas Pendidikan, masing-masing seharga Rp15 juta dengan total anggaran senilai Rp121,2 miliar;

- Empat unit storage dan 10 unit server untuk Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik senilai Rp65,8 miliar.

Pengadaan lem Aibon dan pulpen ini sontak menerima kritikan publik. William juga mengkiritik penganggaran komputer yang jauh lebih tinggi dari harga di pasar.

image1
William Aditya Sarana. [Foto: Merahputih.com]

"Komputer level apa sih yang dimau oleh dinas pendidikan, sampai membeli komputer Rp15 juta? Mungkin komputer seharga Rp 5-10 juta sudah cukup. Apa sekolah-sekolah kita memerlukan komputer seharga Rp15 juta?" ujarnya.

Dilihat dari sejumlah toko online, satu set komputer dengan merk dan ukuran standar, dihargai sekitar Rp4,7 juta hingga Rp10 juta. Ia juga mengkiritik pengadaan server dan storage untuk Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta, yang menurutnya tidak perlu.

Ima Mahdiah, Anggota DPRD Fraksi PDIP, menyatakan hal senada dengan PSI. PDIP menyoroti mengenai banyaknya anggaran yang aneh dan tidak cermat, seperti penggunaan influencer luar negeri sebesar Rp5 miliar.

Anggaran yang sempat viral di media sosial itu sudah dicoret oleh Pemprov DKI, dengan dalih penghematan anggaran.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...