Kisruh RAPBD DKI 2020 Janggal, Anggaran Lem dan Pulpen Capai Ratusan Miliar Rupiah
RAPBD DKI Jakarta 2020 viral pasca anggaran lem aibon janggal. [Foto: Timesbali]

Kisruh RAPBD DKI 2020 Janggal, Anggaran Lem dan Pulpen Capai Ratusan Miliar Rupiah

Kamis, 31 Okt 2019 | 09:37 | Khalied Malvino

Klaim sistem elektronik kurang cerdas

Anies Baswedan menjelaskan untuk mengisi rencana anggaran kegiatan dalam sistem elektronik yang ada, para pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus mengisi sejumlah komponen yang diperlukan secara detail.

Misalnya, kata Anies, untuk kegiatan pentas musik, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp100 juta. Sistem itu mengharuskan pengisian mendetail hingga ke beberpaa komponen yang rinci, seperti panggung, mic, dan sebagainya.

"Padahal sesungguhnya yang dibutuhkan hanya pada anggaran kegiatannya dulu karena nanti di dalam rencananya akan dibahas dengan dewan. Sehingga setiap tahun, staf itu banyak yang memasukkan, yang penting masuk angka Rp100 juta dulu. Toh nanti dibahas," ujar Anies.

image2
Anies Baswedan. [Foto: Rancah.com]

"Karena terlalu detail di level itu, ada beberapa yang mengerjakan dengan teledor, asal ada dulu, toh nanti verifikasi, dibahas. Di ujung nggak akan begitu. Yang penting anggaran 100 juta itu terpenuhi,” sambungnya.

Namun, pengamat tata kota Nirwono Joga tidak menerima alasan seperti itu. Ia mengatakan semua materi atau bahan yang dipublikasikan oleh website Pemprov DKI Jakarta harusnya sudah diklarifikasi resmi.

"Nggak ada istilah itu masih draft. Kalau itu masih draft, seharusnya nggak boleh dipublikasikan karena itu akan menimbulkan polemik di masyarakat," katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...