Kita Menyakiti Tanpa Kita Sadari
Foto: via usatoday.com

Kita Menyakiti Tanpa Kita Sadari

Senin, 20 Jan 2020 | 16:00 | Willyam

Winnetnews.com - Kasus mengenai bullying selalu muncul di permukaan media dan tak pernah berhenti hingga saat ini. Baru-baru ini muncul kasus Betrand Peto, putra angkat presenter Ruben Onsu yang mengalami bullying oleh sejumlah oknum di dunia maya. Tindakan bullying sering terjadi tanpa kita sadari dan dapat menyakiti orang lain tanpa sepengetahuan kita. Untuk itu, ada baiknya jika kita mengenal lebih dalam mengenai bullying.

Bullying merupakan perilaku intimidasi yang dapat dilakukan berulang untuk melukai individu baik secara emosional maupun fisik dan biasanya melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dimana pelaku mendominasi dan korban menjadi pihak yang lemah tergantung dari jenis perilaku tersebut. Terdapat beberapa jenis bullying, yakni bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial dan juga yang sering terjadi akhir-akhir ini yaitu cyberbullying.

Dan yang penting diketahui oleh khalayak umum adalah penyebab dari bullying, karena mungkin tanpa kita sadari, ketika kita mengalami hal-hal berikut kita malah melampiaskannya kepada orang lain sehingga orang lain yang tidak seharusnya terluka pun ikut terluka. Berikut adalah penyebab tindakan bullying:

Mencari perhatian

Pelaku bullying sering kali tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya merupakan salah satu dari tindakan bullying ketika sedang mencari perhatian. Contohnya seperti ketika sedang berkumpul dengan teman dan sedang mencari perhatian dengan mengolok atau mengejek salah satu teman dan menjadikannya bahan bercanda. Tindakan tersebut bisa saja menyakiti perasaan atau emosional teman yang diejek tersebut. Itu sudah termasuk dalam tindakan bullying.

Memendam rasa iri

Rasa iri ini bisa muncul akibat korban memiliki hal yang sebenarnya sama istimewanya dengan sang pelaku. Pelaku bullying mengintimidasi korban agar korban tidak akan lebih menonjol dari dirinya sendiri. Selain tidak ingin orang lain lebih menonjol, seseorang juga mungkin melakukan bullying untuk menutupi jati dirinya sendiri. Contohnya seperti seseorang yang kurang cerdas yang tidak ingin disebut pemalas, sehingga ia mengejek temannya yang pintar sebagai kutu buku.

Kurangnya pemahaman

Kurangnya pemahaman serta empati juga merupakan penyebab tindakan bullying. Bersangkutan dengan poin pertama, kurangnya pemahaman yang mendalam mengenai bullying menjadikan seseorang menjadi korban atas tindakan tersebut.

Pernah menjadi korban bullying

Menariknya, beberapa kasus menunjukkan bahwa pelaku bullying sebenarnya merupakan korban bullying. Contohnya ketika seseorang telah di-bully oleh saudaranya di rumah, kemudian ia mem-bully teman sekolah atau kerabat yang ia rasa lebih lemah darinya sebagai salah satu tindakan pelampiasan atau balas dendam terhadap apa yang dialaminya.

Merasa bahwa bullying menguntungkan

Pelaku bullying dapat meneruskan aksinya jika ia merasa tindakan tersebut dapat menguntungkan dirinya. Contohnya seperti seseorang atau sekelompok orang yang meminta uang atau barang dengan paksa dan mengancam akan menyakiti jika tidak menyerahkan apa yang ia minta.

Dari beberapa penyebab tindakan bullying di atas, kita dapat memahami bahwa segala sesuatu yang dapat berakibat fatal ternyata telah kita lakukan tanpa disadari. Maka mulai dari sekarang, kendalikan diri, perluas wawasan mengenai bullying, jaga perkataan, dan tingkatkan rasa empati terhadap sesama. Jika kalian ternyata menjadi korban atau mengalami tindakan tersebut, jangan pernah malu untuk meminta pertolongan atau ceritakan kronologinya kepada kerabat terdekat dan tidak lupa untuk tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri agar dapat berbicara dengan para pelaku bahwa tindakan tersebut bukan hal yang baik dan dapat berakibat besar bagi sang korban. 

Nah, mulai sekarang yuk bagikan kepada kerabat atau sesama agar semua menjadi lebih terbuka mata dan pikirannya mengenai tindakan bullying ini.

Remember, be a buddy not a bully.

 

--------------------
Willyam merupakan mahasiswa London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...