(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Klinik Kecantikan milik Profesor Palsu kena gerebek Bareskrim Polri

Rike
Rike

Klinik Kecantikan milik Profesor Palsu kena gerebek Bareskrim Polri

WinNetNews.com -Bareskrim menggerebek klinik kecantikan ilegal di Sunter Jakarta Utara milik seorang profesor palsu dengan inisial M. Tersangka menjalankan kliniknya menjual obat dan produk kecantikan tanpa izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kemenkes.

“Tersangka M yang bergelar Profesor yang tak jelas Fakultasnya ini, sudah beropesi sejak Tahun 2000. Di Tahun 2003, dia mulai mengembangkan usahanya dengan mendirikan Queen Beauty Clinic di Jalan Agung Niaga VII, Blok G-6 No 25, Sunter Agung, Jakarta Utara, dengan menyediakan empat praktek dokter,” terang Kabareskrim Komjen Ari Dono, di Mabes Polri, hari ini. Dalam pengembangan usahanya, tersangka M memberi pelayanan dari melangsingkan tubuh, memancungkan hidung, memutihkan kulit, memperbesar payudara, bikin sempit, bikin panjang, sedot lemak dan lainnya dengan biaya hingga puluhan juta rupiah.

“Di tempat tersebut, tersangka M menggunakan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar di usaha miliknya. Kegiatan Queen Beauty Clinic hanya digabungkan dengan kegiatan Klinik Utama Queen, sementara izin Queen Beauty Clinic sudah mati (sudah tidak berlaku lagi),” jelas dia. Dari M, Dit Tipiter Bareskrim Polri telah berhasil menyita jenis obat dan alat kecantikan seperti Miracle Rose, Mj Titanium, Cherro Whitening, Nc 24, Mj Diamond, Laroscorbine Diamond, Aqua Skin Egp, Cherolive Celi li, Bema Bio Body, Revilene Live Cell, Voleme Up, Esthelis Basic, Susu pembersih, Aquamid, Glutax 12 G, Glutax 3 GS, Glutax 15.Barang bukti berjenis obat yang ikut disita Dit Tipiter Bareskrim Polri yaitu Tatianil Forte, Raitario (AM Paltinum), Nexcentury, Srub, Lipstik, Mj Gold, Ervolene, Kojic, Aqua Radience, Raitoro, Biological Pharmaceutical, DOASA, Bantal Kesehatan. Obat dan alat kecantikan yang disita sebagian besar dari Jerman, Jepang dan Cina.

Polisi menangkap M 29 Agustus lalu. Akibat perbuatannya, Polisi menjerat dia dengan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undnag-undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kemudian, Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf A UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 80 ayat (1) Jo Pasal 42 UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});