Koalisi Kekeluargaan Mulai Goyah

Koalisi Kekeluargaan Mulai Goyah

Jumat, 19 Agt 2016 | 06:21 | Rusmanto
WinNetNews.com - Angin dukungan kepada Basuki Tjahja Purnama (Ahok) oleh PDIP semakin kencang berhembus. Perahu koalisi kekeluargaan yang dibangun mulai goyang.

Awalnya koalisi kekeluargaan dibentuk sebagai bentuk 'perlawanan' kepada Ahok untuk Pilgub DKI Jakarta 2017. 7 Partai bergabung dalam koalisi ini yaitu PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, PPP dan PAN. Kini koalisi itu terancam pecah menyusul makin eratnya hubungan PDIP dan Ahok.

Pihak PDIP sebenarnya telah memberikan isyarat soal ada keretakan di internal koalisi kekeluargaan. Wakil Ketua Bappilu DKI Jakarta Gembong Warsono tidak membantah adanya kemungkinan koalisi ini akan pecah.

"Kita berharap mudah mudahan enggak, tapi yang namanya politik ya bisa bisa saja pecah. Kalau di DKI sangat cair sekali," kata Gembong beberapa hari lalu.

PDIP kemudian menyebut koalisi kekeluargaan hanya bagian dari komunikasi antar parpol. "Enggak ada instruksi dari DPP, kalau bicara koalisi kekeluargaan ini inisiatif pimpinan provinsi. Inisiatif pimpinan provinsi untuk membangun komunikasi di antara tujuh parpol tersebut. Hasilnya kita tugaskan kepada masing-masing pimpinan partai politik kemudian untuk menyampaikan ke DPP masing-masing," terangnya.

Keretakan koalisi kekeluargaan ini semakin terlihat retak saat Partai Demokrat melemparkan wacana soal koalisi alternatif. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (PD) mengatakan masih bisa terjadi kemungkinan lain di pilgub DKI Jakarta.

Di lain pihak, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih optimis koalisi kekeluargaan masih tetap bertahan dan bersama-sama. PKS menunggu perkembangan internal dari pihak PDIP.

Karam tidaknya koalisi kekeluargaan ini menunggu keputusan PDIP soal sosok yang akan diusung pada pilgub DKI Jakarta.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...