Koalisi Merah Putih Akan Bubar Dengan Sendirinya?

Koalisi Merah Putih Akan Bubar Dengan Sendirinya?

WinNetNews.com - Direktur Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Jayadi Hanan mengungkapkan Koalisi Merah Putih (KMP) yang menjadi koalisi oposisi pada pemerintahan Jokowi-JK cepat atau lambat pasti akan bubar atau minimal akan semakin bersahabat dengan pemerintah. Menurut Jayadi, hal ini disebabkan oleh tiga alasan utama.

“Pertama, KMP sebagai koalisi oposisi tidak memiliki perbedaan ideologis yang tegas dengan koalisi pemerintahan, Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Perbedaan ideologis ini hampir tidak ada antara KMP dan KIH, sama-sama cair. Kita tahu parpol-parpol di Indonesia cenderung tidak ideologis. Hal ini membuat parpol-parpol di koalisi oposisi mudah berpindah ke pemerintah,” ujar Jayadi, di Jakarta, Rabu (6/1).

Kedua, kata Jayadi KMP tidak memiliki perbedaan orientasi kebijakan yang tegas dengan koalisi yang ada di pemerintahan. Dia mencontohkan perbedaan orientasi kebijakan bidang ekonomi, seperti apakah koalisi pendukung pemerintah mendukung liberalisasi pasar, sementara oposisi menolak liberaliasasi pasar.

 

“Atau oposisi pro-kebijakan ekonomi kerakyatan, sedangkan koalisi pendukung pemerintah tidak. Tetapi tidak ada perbedaan itu antara KMP dan KIH. Kalau kita bertanya, apa orientasi kebijakan ekonomi KIH, pasti jawabannya ekonomi kerakyatan. Begitu juga kalau kita tanya KMP, pasti jawabannya pada orientasi kebijakan ekonomi kerakyatan,” jelas dia.

Ketiga, lanjut Jayadi KMP tidak akan bertahan lama karena kekurangan logistik dalam arti akses-akses terhadap sumber kekuasaan atau sumber daya keuangan negara. KMP, kata dia selama ini mengandalkan Partai Gerindra dan Golkar. Tetapi itu tidak bisa bertahan, paling-paling dalam setahun.

“Padahal sumber-sumber logistik yang bisa mendukung koalisi, ada di pemeritahan, seperti kursi di kabinet, sumber-sumber kekuasaan sampai ke tingkat daerah, sumber-sumber keuangan Negara. Itu semua dimiliki koalisi pemerintah,” ungkap dia.

Jayadi menilai lantaran tiga alasan tersebut, partai-partai di KMP, seperti PAN, PKS, Golkar, dan PPP minimal akan semakin dekat dan bersahabat baik dengan pemerintah. Dia menduga yang tersisa nanti dari KMP adalah Partai Gerindra yang menjadi rival utama koalisi pendukung Jokowi-JK saat Pilpres.

“Paling-paling yang bertahan lama nanti adalah Partai Gerindra karena dia merupakan rival utama Jokowi-JK dalam pilpres kemarin. KMP dan KIH ini kan terjadi karena pembelahan dalam koalisi pilpres dulu,” pungkas dia.

(seperti dilansir Berita Satu)