Dokumen Rahasia AS Soal Prabowo, Gerindra Sebut Isu Basi
Foto:Istimewa

Dokumen Rahasia AS Soal Prabowo, Gerindra Sebut Isu Basi

Kamis, 26 Jul 2018 | 08:48 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com- Baru-baru ini, sebuah dokumen rahasia Amerika Serikat yang dirilis NSA menyebut Eks Danjen Kopassus Prabowo Subianto adalah pihak yang memerintahkan penghilangan paksa aktivis pada 1998. Menurut Gerindra data-data tersebut dianggap isu basi yang terus didaur ulang. 

"Secara umum, isu penculikan ini adalah isu daur ulang yang sudah basi. Kami harap kita semua tidak ikut menggoreng isu tersebut, lebih baik kita konsentrasi bagaimana mengatasi situasi ekonomi yang sekarang semakin sulit," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. 

Berdasarkan salah satu dokumen merupakan telegram berisi percakapan antara Asisten Menteri Luar Negeri AS, Stanley Roth, dan Komandan Kopassus Mayor Jenderal Prabowo Subianto.

Arsip tertanggal 7 Mei 1998 itu mengungkap catatan staf Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib para aktivis yang tiba-tiba menghilang. Catatan tersebut memuat bahwa para aktivis yang menghilang boleh jadi ditahan di fasilitas Kopassus di jalan lama yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor.


Percakapan seorang staf politik Kedutaan Besar AS di Jakarta dengan seorang pemimpin organisasi mahasiswa memunculkan nama Prabowo Subianto. Narasumber tersebut mengaku mendapat informasi dari Kopassus bahwa penghilangan paksa dilakukan Grup 4 Kopassus. Informasi itu juga menyebutkan terjadi konflik di antara divisi Kopassus bahwa Grup 4 masih dikendalikan Prabowo. 

"Penghilangan itu diperintahkan Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto," kata dokumen tersebut. 

Dasco mengingatkan putusan pengadilan soal kasus Tim Mawar terkait penculikan aktivis 1998. Dia menegaskan tak ada nama sang ketum dalam putusan tersebut. "Putusan pengadilan kasus Tim Mawar jelas sekali tidak ada nama Pak Prabowo," tambah Dasco. 

Ada 34 dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap rentetan laporan pada masa prareformasi, salah satunya bahwa Prabowo Subianto disebut memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pada 1998 dan adanya perpecahan di tubuh militer.

Dokumen-dokumen yang dirilis ke publik oleh lembaga Arsip Keamanan Nasional (NSA) ini mengemukakan berbagai jenis laporan pada periode Agustus 1997 sampai Mei 1999.

Sebagian merupakan percakapan staf Kedutaan AS di Jakarta dengan pejabat-pejabat Indonesia, lainnya adalah laporan para diplomat mengenai situasi di Indonesia.


image0

Sumber:BBC

image1

Sumber:BBC

image2

Sumber:BBC

image3

Sumber:BBC

image4

Sumber:BBC

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...