Komentar Operator Lain Setelah Indosat Kirim Surat ke Menkominfo
Ilustrasi

Komentar Operator Lain Setelah Indosat Kirim Surat ke Menkominfo

Sabtu, 22 Jul 2017 | 20:58 | Rusmanto

WinNetNews.com - Indosat Ooredoo telah mengirimkan surat ke Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang isinya meminta intervensi pemerintah terkait tarif bawah layanan data. Lalu, bagaimana sikap operator seluler lainnya?

Ketika meminta tanggapan Telkomsel mengenai persoalan tersebut, mereka mau menanggapi surat pihak lain. "Mengenai setuju atau tidaknya floor price diatur, Telkomsel harus mengkaji lebih dalam perihal tersebut karena hal ini menyangkut regulasi dan aturan hukum. Telkomsel akan selalu patuh dan comply terhadap aturan yang berlaku dalam menjalankan usahanya," ucap Adita Irawati, Vice Presiden Corporate Communication Telkomsel, Jumat (21/7/2017).

Selain itu, operator yang identik warna merah ini juga akan selalu mengedepankan layanan kepada pelanggan dan keberlangsungan industri telekomunikasi di Indonesia.

Sementara itu, Vice President Hutchison 3 Indonesia (Tri) Muhammad Danny Buldansyah, mengakui bahwa tarif data pada saat ini memang sudah terlalu rendah. Meski demikian, Tri juga masih perlu mengkaji apa perlu hal tersebut menjadi gerbang agar pemerintah ikut campur tangan.

"Tapi kami juga masih mengkaji apakah campur tangan pemerintah dengan cara menetapkan tarif bawah layanan data sudah diperlukan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, surat yang ditulis dan ditandatangani langsung oleh Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli kepada Menkominfo Rudiantara, meminta agar pemerintah ikut campur tangan mengatur tarif batas bawah untuk layanan data. Sebab, menurut Alex, itu agar menjaga persaingan tetap sehat di bisnis seluler.

"Layanan komunikasi data merupakan jenis layanan yang masih berpotensi tumbuh, namun dengan besaran tarif yang ada saat ini, operator sangat kesulitan untuk terus mengembangkan jaringannya. Mekanisme pasar tidak dapat berjalan dengan normal, campur tangan Pemerintah sudah sangat diperlukan untuk menyelamatkan keberlangsungan industri telekomunikasi dan layanan kepada masyarakat," kata Alex dalam surat tersebut.

"Kementerian Kominfo telah memiliki perangkat aturan untuk tarif layanan komunikasi Voice dan SMS, namun belum ada aturan mengenai tarif komunikasi data. Kami mengusulkan agar Pemerintah segera menerbitkan aturan tersebut," ucapnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...