(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kominfo: Desa Broadband Terpadu Siap Meluncur Tahun Ini

contributor-one
contributor-one

Kominfo: Desa Broadband Terpadu Siap Meluncur Tahun Ini
WinNetNews.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, mengatakan Kominfo siap mewujudkan 500 desa broadband terpadu pada 2016 . Sebelumnya, Kominfo telah menghadirkan 50 desa broadband terpadu sepanjang 2015 lalu.

" Tahun ini kami targetkan 500 desa broadband. Fokusnya pada desa terluar, terjauh, tertinggal dan diperbatasan, ke depan akan dikembangkan lagi," kata Menkominfo Rudiantara, di Jakarta.

Desa broadband terpadu adalah desa yang akan dilengkapi dengan fasilitas jaringan atau akses internet, perangkat akhir pengguna dan aplikasi yang sesuai dengan karakteristik penduduk setempat.

Progam tersebut diperuntukkan pada desa nelayan, desa pertanian, dan desa pedalaman untuk mendukung dan membantu kegiatan mayarakat setempat sehari-hari. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dari statistik yang dihimpun, di Indonesia terdapat 74.094 desa, dengan 26% di antaranya, atau sekitar 19.386 desa merupakan kategori tertinggal dan lokasi prioritas (lokpri). Sedangkan 43% di antara desa tertinggal tersebut, atau sejumlah 8.447 desa merupakan desa tertinggal dengan akses sinyal telekomunikasi yang sudah baik.

Menurut Rudiantara, pekerjaan paling berat dalam membuat masyarakay di desa melek teknologi adalah stamina untuk pendampingan. Namun pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar manfaat internet benar-benar dirasakan penduduk desa.

“Kami akan lalukan pendampinga. Tapi nanti jangan samakan perilaku berinternet di kota dengan desa. Kalau dikasih smartphone dan dibiarkan, malah buka Youtube dangdutan. Harus ada pendampingan untuk manfaatkan aplikasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, kementerian komunikasi dan informatika (Kominfo ) saat ini tengah menyelenggarakan program penggalangan gagasan Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) yang terbuka bagi kaum muda.

Program ini bertujuan untuk memberikan solusi terpadu bagi masalah desa tertinggal ini diselenggarakan untuk mendapatkan gagasan-gagasan segar yang datang dari masyarakat sendiri, terutama kaum muda.

Para peminat atau peserta ditantang untuk merumuskan solusinya dalam bentuk produksi video berisi gagasan pemecahan masalah yang ada pada desa-desa tertinggal.

Video yang berdurasi tiga menit tersebut diproduksi atas gagasan sendiri dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Video harus diunggah ke platform YouTube. Panitia akan memilih 50 ide terbaik untuk diikutkan dalam babak improvisasi ide.

Setelah itu, akan disaring kembali dan dipilih finalis sebanyak 25 tim untuk mengikuti Bootcamp. Pada presentasi final, penyelenggara akan memilih enam aplikasi dengan solusi yang dianggap terbaik.

Sasaran program ini ditargetkan untuk desa tertinggal yang meliputi desa nelayan, desa pedalaman dan desa pertanian.

Ismail menjelaskan tujuan utama dari program SDBT ini terbagi ke dalam tiga aspek, yakni meningkatkan produktivitas, keamanan, kesehatan dan keselamatan dasar, dan terakhir kesejahteraan desa.

Produktivitas yang dimaksud, contohnya seperti meningkatkan hasil produksi mata pencaharian di desa, sembari memaksimalkan produk yang dihasilkan terjual baik di pasaran.

Sementara keamanan, kesehatan dan keselamatan dasar untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang secara real-time ketika terjadi hal yang membahayakan, termasuk ketika ada isu kesehatan dan juga bencana alam. Dan untuk kesejahteraan, tujuannya demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam bidang perdagangan, pendidikan dan komunikasi.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});