Komisi III Dukung Kapolri Tuntaskan Kasus Mirna Hingga Revisi UU Terorisme

Komisi III Dukung Kapolri Tuntaskan Kasus Mirna Hingga Revisi UU Terorisme

Senin, 25 Jan 2016 | 16:21 | Liani
WinNetNews.com - Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Salah satu hasilnya, anggota dewan mendukung Kepolisian untuk penguatan Densus 88 Antiteror.

Sejumlah anggota Komisi III seperti NasDem dan Golkar sempat mempersoalkan penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK dikawal anggota Brimob bersenjata lengkap. Persoalan ini menjadi kesimpulan dengan meminta Kapolri untuk meninjau ulang penggunaan senjata laras panjang dalam melakukan penggeledahan.

"Komisi III DPR RI mendesak Kapori agar meninjau ulang penggunaan senjata laras panjang dalam melakukan penggeledahan, penyitaan di lembaga negara yaitu Presiden/Wakil Presiden, MPR, DPR, DPD, MA, MK, KY, BPK yang tercantum dalam UUD 1945," ujar Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan saat membacakan kesimpulan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Kemudian, Komisi III mendesak Kapolri agar melakukan upaya luar biasa dalam pemberantasan narkoba. Upaya ini dengan mengoptimalkan tugas serta fungsi Polri sampai pada tingkat Polsek. "Mengingat narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang sangat mengancam kehidupan berbangsa," tutur Trimedya.

Komisi III juga mendukung rencana kepolisian terkait penguatan Detasemen 88 Antiteror dengan melakukan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang terorisme. "Mendukung rencana Kepolisian untuk penguatan Densus 88 Antiteror melalui revisi UU Nomor 15/2003 dan peraturan perundang-undangan lainnya serta peningkatan anggaran," tuturnya.

Komisi III juga meminta Kapolri mempercepat penuntasan kasus-kasus yang menarik perhatian masyarakat seperti Pelindo II, Pasar Turi, illegal mining di Lumajang, kasus kopi bersianida yang menewaskan Mirna Salihin, gerakan radikal ISIS, sampai kelompok Gafatar. Penuntasan kasus itu diperlukan demi terciptanya rasa aman dan kepastian hukum di tengah masyatakat.

Dilansir dari laman detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...