Komisioner HAM: Alumni 212 Ingin Baikan dengan Pemerintah
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai/Foto: Zool WNN

Komisioner HAM: Alumni 212 Ingin Baikan dengan Pemerintah

Jumat, 9 Jun 2017 | 13:39 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Aspirasi alumni 212 akhirnya tersampaikan lewat Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diakui Pigai, aspirasi itu ia ketahui saat melakukan mediasi dengan isi meminta pemerintah dan sejumlah aktivis serta ulama melakukan rekonsiliasi.

"Komnas HAM melakukan pemantau penyelidikan, dalam perjalanan penyelidikan itu tim advokasi komunitas muslim itu mau melakukan rekonsiliasi dan perdamaian," ungkap Pigai usai ditemui Sesmenko Polhukam Letjen TNI Yayat Sudrajat di Jakarta, Jumat (09/06/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Pigai mengatakan, rekonsiliasi sangat penting untuk meredam kegaduhan yang sedang terjadi. Dia juga meminta Menko Polhukam Wiranto menyampaikan permintaan rekonsiliasi itu kepada Presiden Joko Widodo.

"Oleh sebab itu, kami minta Menko Polhukam menyampaikan kepada presiden mengambil langkah-langkah menyelesaikan secara komprehensif untuk menutup kegaduhan nasional," katanya.

Tapi di sisi lain, dia mengakui bahwa pihak Komnas HAM menghormati proses hukum sejumlah aktivis dan ulama yang sedang berjalan di Polri. Akan tetapi, alumnus 212 itu berharap Presiden Jokowi bisa menyelesaikan persoalan itu dengan non yudisial.

"Proses hukum akan terhenti bila presiden mengambil keputusan, pengambilan keputusan diselesikan non yudisial ada di tangan presiden. Seandainya presiden ingin menyelesaikan secara komprehensif maka presiden bisa memerintahkan polri dan Jaksa untuk menutup atau SP3 deponering di jaksa," sampainya.

Dia berharap Presiden Jokowi bisa menyelesaikan persoalan itu agar kegaduhan nasional tidak terjadi. Program Nawacita juga bisa terus berjalan jika Presiden Jokowi mengambil alih menangani persoalan tersebut.

"Jawaban mereka (Polhukam) progresif, mereka akan melakukan pertemuan dengan jajaran Polhukam. Kemudian sampaikan Menko dan akan disampaikan kepada presiden selanjutnya ditangan presiden. Kami minta tutup kegaduhan nasional, kita kerja 1,5 tahun lagi bekerja secara serius sebagaimana cita-cita nawacita," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...