Komnas HAM Sebut Distorsi Informasi Menjadi Penyebab Kerusuhan di Tanjungbalai

Komnas HAM Sebut Distorsi Informasi Menjadi Penyebab Kerusuhan di Tanjungbalai

Kamis, 11 Agt 2016 | 16:50 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penyimpangan (distorsi) informasi yang disebarkan oknum tidak bertanggung jawab telah memancing kebencian atas dasar etnis dan agama tertentu dan memicu kerusuhan berbau SARA di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Fakta ini ditemukan Komnas HAM setelah menganalisa semua keterangan di lapangan dan dokumen yang berkaitan dengan peristiwa yang pada akhirnya merusak 15 bangunan, termasuk rumah ibadah tersebut.

"Distorsi informasi itu disebarluaskan demi memicu provokasi dan memancing amarah komunitas umat Muslim," ujar Komisioner Komnas HAM yang juga Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Peristiwa Tanjungbalai Natalius Pigai di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Natalius melanjutkan, isu liar yang merebak pada hari kejadian, Jumat (29/7), yaitu ada warga etnis Tionghoa yang melarang adzan, mematikan pengeras suara masjid dan lain-lain. Padahal semua itu tidak benar.

Fakta dari Komnas HAM, memang ada keberatan dari seorang warga berinisial M (41 tahun), yang menurut Natalius sudah tinggal di daerah itu selama delapan tahun tanpa ada konflik, kepada tetangga dekatnya tentang suara Masjid Al-Makshum yang terdengar lebih keras dari biasa.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...