Komnas HAM Sebut Kerusuhan Tanjungbalai Kesalahan Intelijen

Komnas HAM Sebut Kerusuhan Tanjungbalai Kesalahan Intelijen

Kamis, 11 Agt 2016 | 15:49 | Zaenal Arifin

 Jakarta, Winnetnews.com -  Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Peristiwa Tanjung Balai Natalius Pigai, mengatakan aparat intelijen tidak mampu mendeteksi adanya potensi kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Akibatnya, beberapa rumah ibadah dirusak massa.

Ditegaskan Natalius Pigai, aparat intelijen tidak mampu mencium potensi kerusuhan satu minggu sebelum terjadinya peristiwa tersebut.

"Bayangkan kurang dari enam hari tapi intelijen tidak berfungsi. Bagaimana mungkin dalam enam hari dapat terorganisir, sehingga ribuan orang dapat turun ke lapangan," kata Natalius, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Selain aparat intelijen, Natalius juga menilai aparat dari kepolisian setempat lalai, karena lamban untuk menghalau massa sehingga terjadi pembakaran rumah ibadah.

"Ada ketidaksiapsiagaan Kepolisian Resor Tanjung Balai dalam mengantisipasi massa. Aparat keamanan pun lamban mengantisipasi massa karena baru datang ke lokasi setelah 1-2 jam pasca pembakaran," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...