Komoditas Jagung Terjamin Sampai Maret?

Komoditas Jagung Terjamin Sampai Maret?

Selasa, 2 Feb 2016 | 10:42 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Perum Bulog akan menyalurkan 600 ribu ton jagung melalui kegiatan operasi pasar (OP) dalam dua bulan, Februari-Maret 2016. OP dilakukan di sentra-sentra peternakan rakyat dengan tujuan menurunkan harga komoditas jagung yang dalam dua pekan terakhir naik hingga dua kali lipat menjadi Rp 5.000-6.000 per kilogram (kg). Kenaikan harga jagung menjadi penyebab melonjaknya harga daging dan telur ayam akhir-akhir ini.

Perusahaan pelat merah tersebut menjual jagung dengan harga Rp 3.600 per kg. Dengan harga tersebut, harga jagung di pasaran akan berangsur turun dan stabil seperti sedia kala. Jagung yang digunakan untuk stabilisasi harga tersebut bersumber dari 445 ribu ton jagung eks impor yang dibeli oleh Perum Bulog dan sisanya berasal dari jagung yang diimpor langsung oleh BUMN tersebut.

Bulog saat ini dalam proses mendatangkan jagung impor sebanyak 600 ribu ton dari Brazil dan Argentina, sementara 40 ribu ton di antaranya segera masuk Indonesia dalam waktu dekat ini.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan, tren harga jagung terus menunjukkan kenaikan, ini dikhawatirkan mengancam kelangsungan industri peternakan, terutama skala kecil, menyusul lonjakan ongkos produksi. Selain itu, bisa memicu kenaikan harga daging dan telur ayam sehingga memicu inflasi.

 

"Pemerintah menugaskan Bulog untuk melaksanakan OP guna mengatasi gejolak harga jagung yang saat ini di luar kewajaran. Kami akan menyalurkan hingga 600 ribu ton jagung hingga Maret nanti,” kata dia di Cigading, Banten, Senin (1/2).

Secara simbolis kegiatan OP jagung untuk pertama kalinya digelar di Cigading (Banten), pada Senin (1/2). Dalam waktu bersamaan, OP secara serentak juga dilakukan di Cirebon (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). OP menyasar sentra-sentra peternakan rakyat dengan harga Rp 3.600 per kg.

Turut hadir dalam kegiatan OP di Cigading adalah Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina, Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis Kemendag Robert James Bintaryo, Direktur Pengadaan Bulog Wahyu, serta Direktur Komersial Perum Bulog Fazri Sentosa.

Djarot Kusumayakti menuturkan, dalam kegiatan operasi pasar (OP) serentak di empat lokasi pada Senin (1/2) masing-masing disalurkan 1.000 ton untuk Cigading dan Cirebon, sedangkan untuk Semarang dan Surabaya masing-masing 200 ton. Perum Bulog akan terus meningkatkan jumlahnya sesuai permintaan pasar dan memperhatikan perkembangan harga jagung.

“OP akan terus dilaksanakan sampai harga jagung dianggap stabil dan tidak lagi meresahkan peternak. Masuknya jagung OP akan secara signifikan menstabilkan harga jagung. Dengan demikian, harga pokok daging dan telur ayam bisa turun,” kata dia.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...