(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Komponen Impor Masih Diperlukan RI Untuk Mega Proyek 35.000 MW

Muchdi
Muchdi

Komponen Impor Masih Diperlukan RI Untuk Mega Proyek 35.000 MW

WinNetNews.com - Peran industri dalam negeri dalam proyek 35.000 MW melalui ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah di jamin oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 54 Tahun 2012.

Meski demikian, masih banyak komponen untuk infrastruktur ketenagalistrikan yang belum bisa dipenuhi dari dalam negeri sehingga harus impor. Sejumlah komponen seperti trafo, boiler, turbin, dan kabel, masih bergantung pada impor.

Menteri Perindustrian Saleh Husin usai menghadiri Dialog Nasional Indonesia Menyala di Hotel Ritz Carlton, Jakarta,dilansir dari Detikfinance,Rabu (11/11/2015), mengatakan "Ada yang memang belum bisa 100% dari dalam negeri, macam-macam. Ada trafo, boiler, turbin, kabel, dan lain-lain."  Agar komponen-komponen tersebut tak perlu lagi diimpor, Saleh mengaku terus berupaya menarik investor asing supaya mau membangun pabrik di Indonesia.‎  

 

Dengan adanya proyek listrik 35.000 MW, tentu pasar untuk komponen infrastruktur ketenagalistrikan akan sangat besar di Indonesia dan cukup menggiurkan untuk investor. "Kita undang investor untuk masuk supaya bisa memasok kebutuhan tersebut ke depan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN Nasri Sebayang meminta Saleh untuk mendorong pembangunan industri komponen infrastruktur ketenagalistrikan di dalam negeri, khususnya isolator.

Isolator untuk transmisi listrik saat ini masih tergantung impor. "Kami mohon kepada Bapak Menteri, khususnya isolator, untuk dibangun industri dalam negeri," ucapnya.

Selain itu, industri trafo di dalam negeri juga perlu ditingkatkan kapasitas produksinya. Sebab, kebutuhan trafo hingga 5 tahun ke depan akan melonjak dengan adanya proyek listrik 35.000 MW.‎  "Kita butuh lebih dari 2.000 trafo dalam 5 tahun ke depan, mudah-mudahan industri dalam negeri bisa memenuhinya," tutup Nasri.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});