Kondisi Negara yang Sudah Bebas Masker Tapi Coronanya Kembali Melonjak
ilustrasi

Kondisi Negara yang Sudah Bebas Masker Tapi Coronanya Kembali Melonjak

Jumat, 16 Jul 2021 | 09:30 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Beberapa negara di dunia sebelumnya dilaporkan sudah mencabut aturan wajib masker dan melonggarkan pembatasan sosial. Negara-negara tersebut menganggap sudah bisa mengendalikan wabah COVID-19 dengan melihat data kasus harian yang rendah.

Namun, setelah beberapa waktu berlalu, dunia kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti varian Delta yang sangat mudah menular dan kini sudah terdeteksi di 111 negara.

Bagaimana dengan kondisi negara yang sudah bebas masker? Berikut rangkumannya seperti dikutip dari BBC pada Kamis (15/7/2021):

1. Israel

Israel adalah salah satu negara yang bisa dengan cepat memperluas cakupan vaksinasi COVID-19 hingga lebih dari setengah populasi warganya. Pada bulan Februari Israel mulai melonggarkan kebijakan pembatasan dan di pertengahan Juni orang-orang berhenti memakai masker.

Hingga kemudian varian Delta muncul dan kasus COVID-19 kembali meningkat. Israel mencatat kasus tertinggi dalam empat bulan terakhir pada hari Selasa (13/7/2021), dengan 754 kasus baru.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett akhirnya kembali menerapkan kebijakan pembatasan, termasuk aturan wajib memakai masker.

2. Belanda

Belanda dilaporkan mulai melonggarkan kebijakan pembatasan pada akhir Juni 2021. Masker ditinggalkan dan para pemuda didorong untuk keluar rumah.

Sejak saat itu kasus COVID-19 di Belanda meroket, mencapai tingkat tertinggi sejak Desember tahun lalu. Karena derasnya kritikan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte akhirnya meminta maaf dan kembali menerapkan kebijakan pembatasan.

"Apa yang kami pikir bisa dilakukan, ternyata tidak bisa dijalankan," ujar Mark.

3. Korea Selatan

Korea Selatan (Korsel) jadi salah satu negara pertama di Asia yang dianggap berhasil mengendalikan pandemi. Pada bulan Juni Korsel mengumumkan orang yang sudah divaksinasi tidak lagi wajib memakai masker dan bisa berkumpul.

Kini Korsel menghadapi lonjakan kasus COVID-19 terburuk yang pernah dialami. Korsel mencatat rekor kasus harian baru tertinggi sepanjang pandemi yaitu 1.615 pada Kamis (14/7/2021).

Akhirnya pemerintah kembali menerapkan pembatasan. Di Ibu Kota Seoul, orang-orang dilarang bertatap muka dengan lebih dari satu orang pada jam 18.00 ke atas.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...