Konflik Suriah-Turki: Tuduh Dukungan AS Hingga Pengkhianatan Pasukan Kurdi
Pasukan Kurdi Suriah dinilai telah berkhianat dengan negaranya sendiri lantaran menyerang sebagian wilayah kekuasaan Turki. [Foto: AFP]

Konflik Suriah-Turki: Tuduh Dukungan AS Hingga Pengkhianatan Pasukan Kurdi

Jumat, 11 Okt 2019 | 11:20 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Polemik antara Suriah dan pasukan Kurdi yang diduga mendapat sokongan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Suriah menegaskan Kurdi telah berkhianat karena mengagendakan tindakan separatis terhadap Turki dan berdalih melanggar kedaulatan negaranya.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Maqdad menuturkan, karena agenda separatisme pasukan Kurdi, Suriah enggan duduk bersama dalam dailog dengan pimpinan Kurdi yang menyerang balik

"Kami tidak akan menerima dialog atau pembicaraan dengan mereka yang menjadi sandera pasukan asing. Tidak akan ada pijakan bagi agen Washington di wilayah Suriah," kata Maqdad kepada wartawan di kantornya di Damaskus seperti dikutip SINDOnews dari Reuters, Jumat (11/10).

Seorang pejabat Kurdi Suriah mengatakan awal pekan ini pihak berwenang yang dipimpin Kurdi di Suriah utara dapat membuka pembicaraan dengan Damaskus dan Rusia untuk mengisi kekosongan keamanan jika terjadi penarikan penuh pasukan AS dari daerah perbatasan Turki.

image0
Dampak buruk atas serangan pasukan Kurdi ke sebuah apartemen di Turki. [Foto: Reuters]

Seorang komandan tinggi juga dikutip mengatakan satu pilihan bagi Kurdi adalah menyerahkan kembali wilayah kepada pemerintah Suriah.

Milisi Kurdi, YPG yang kuat dibantu pemerintah Suriah untuk mengendalikan sebagian besar kota yang didiami orang Kurdi pada awal konflik, ketika Damaskus mengalihkan perhatiannya untuk memadamkan protes populer terhadap pemerintahan Presiden Bashar al Assad yang kemudian berubah menjadi pemberontakan bersenjata.

YPG Kurdi Suriah tidak pernah melawan pemerintah selama perang, dan bahkan mengakomodasi kehadiran pemerintah Suriah di kota utamanya, Qamishli, dan memiliki bisnis penjualan minyak ilegal yang menguntungkan dengan Damaskus.

Damaskus, bagaimanapun, enggan menyerahkan Kurdi Suriah otonomi yang mereka cari. Pemerintah Suriah awal tahun ini mengancam pasukan Kurdi yang didukung AS dengan kekalahan militer jika mereka tidak menyetujui pengembalian otoritas negara.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...