Konstelasi Politik Iran-AS, Mossadeq Digulingkan Hingga Soleimani Dibunuh
Iran dan Amerika Serikat (AS) tengah berkonflik dan diprediksi menjadi pemicu Perang Dunia III. [Foto: Forbes.com]

Konstelasi Politik Iran-AS, Mossadeq Digulingkan Hingga Soleimani Dibunuh

Senin, 13 Jan 2020 | 08:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Winners, sebagai dasar pembelajaran fisika, reaksi nuklir merupakan proses dua nuklei atau partikel nuklir bertubrukan untuk memproduksi hasil yang berbeda dari produk awal. Contoh simpel reaksi fusi nuklir yang sudah banyak kita ketahui yakni reaksi yang terjadi hampir semua inti bintang di alam semesta.

Dari gambaran tersebut, sudah barang tentu negara sebesar Amerika Serikat (AS) dilanda ketakutan, panik, histeris, bahkan berpotensi untuk menguasai senjata nuklir yang diproduksi secara masif oleh Iran.

Wajar gak sih Negeri Paman Sam bernyali ciut karena Iran bersenjatakan nuklir? Padahal kan Iran memproduksi nuklir hanya untuk melindungi negaranya ya. Tapi kok AS yang kelimpungan ketika media massa memberitakan Iran punya nuklir? Nah, berikut ini sejarah panjang konstelasi politik antara Iran dengan AS.

1953: Mossadeq Digulingkan

Mohammed Mossadegh, Perdana Menteri (PM) Iran yang menjabat pada periode 1951-1953. Kegemilangannya tumbuh kala ia terpilih menjadi Menteri Keuangan Iran pada tahun 1921. Mossadeq --publik mengejanya– kemudian terpilih menjadi Menteri Luar Negeri Iran dan anggota parlemen.

image0
Mohammed Mossadegh. [Foto: DW.com]

Pada masa kepemimpinannya sebagai PM Iran, Mossadeq digulingkan lawan politiknya, Mohammed Reza Pahlevi, Shah Iran, serta kelompok pro monarki yang disusun dalam strategi yang cukup rumit kala itu.

Penggulingan tersebut ternyata disponsori Inggris dan AS, ketika itu ayah dari Mohammed Reza Pahlevi, yakni Mohammed Reza Shah membuat kebijakan nasionalisasi industri minyak pada masa pemerintahan PM Mosaddeq. Tak pelak, kudeta pun mencuat yang membuat Inggris dan AS turut campur tangan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...