Konsumen Mobilio Kecewa, Lantaran Mobilio Jadi Taksi

Konsumen Mobilio Kecewa, Lantaran Mobilio Jadi Taksi

Rabu, 20 Jan 2016 | 14:20 | Yudha Raditya
WinNetNews.com - Honda Prospect Motor (HPM) telah menjual Honda Mobilio menjadi armada taksi di perusahaan Blue Bird. Tanggapan pro dan kontra pun bermunculan, termasuk dari para pemilik Mobilio. Masukan dari masyarakat cukup beragam, ada yang menilai positif dan ada juga yang mencibirnya, terutama dari kalangan pengguna Honda Mobilio.

Saat ditanyakan mengenai feedback dari konsumen setelah menjual Honda Mobilio kepada perusahaan taksi, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy menyebut, ada konsumen yang kecewa lantaran Honda Mobilio dijadikan taksi. Bahkan, Honda sempat menerima keluhan.

"Ada concern juga mengenai itu. Kita juga dimarah-marahi. Saya tahu, tapi bagaimana Anda menjelaskan kepada pemerintah? Kita dianggap monopoli kalau tidak mau menjual kepada konsumen. Bagaimana saya bisa mencegah dia membeli mobil kemudian menjadi taksi di Grab Taxi, atau Uber? Enggak bisa," kata Jonfis saat ditemui di markas HPM, Sunter, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Jonfis menyebut, perusahaan sama dengan konsumen lainnya. Hanya, pembeli dari perusahaan adalah partai besar yang memborong mobil Honda dalam jumlah banyak.

"Itu sama dengan konsumennya, cuma itu partai besar. Pemilih ini memlih ini bukan hanya ini bisa dipakai taksi. Semuanya ada compare-nya. Ada 4 produk juga (yang dikomparasi), kita juga tahu kenapa dia memilih kita. Karena efisiensi, interior lapang, kelegaan, dan lain-lain sampai ke resale value-nya. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membeli Mobilio. Kita juga enggak bisa melarang juga kan. Kalaupun kita larang mereka bisa beli di diler," cerita Jonfis.

Dia bercerita, pihak Blue Bird lah yang mengajukan penawaran penggunaan Mobilio untuk taksi. Berdasarkan hasil perbandingan dengan MPV lain, Blue Bird lebih memilih Mobilio.

"Dari pihak Blue Bird-nya. Blue Bird mengajukan penawaran. Setelah hasil tes dia, segala macam, dia (Blue Bird) berhubungan dengan salah satu diler kita. Diler kita bawa ke kita (HPM), bisa enggak kita support itu? Diperbolehkan atau tidak? Karena memang Blue Bird kan pertama kali yang ambil, bukan cuma Blue Bird. Perusahaan-perusahaan besar bisa menginfokan, itu udah prosedur biasa," kata Jonfis.

Sebelumnya memang, Honda belum pernah menjual mobilnya menjadi taksi. Sebab, sebelumnya taksi mengharuskan kapasitas penumpang 4 orang, seperti sedan. Namun, harga sedan Honda belum dianggap terjangkau. Di negara lain pun, Honda sudah menjualnya ke perusahaan taksi.

"Ya karena selama ini kan taksi diproteksi, harus 4 seater. Sedangkan harga (sedan) kita, enggak bisa masuk. Bukan kita enggak mau jual juga. Ya tidak ada yang minta. Harganya terlalu tinggi. Apa ada mobil Honda menjadi taksi di negara lain? Ada, di Inggris juga ada, Singapura ada," ujar Jonfis.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...