KontraS dan Pengamat TI Kritik Pemerintah Soal Blokir Internet di Papua

Khalied Malvino
Khalied Malvino

KontraS dan Pengamat TI Kritik Pemerintah Soal Blokir Internet di Papua Ilustrasi blokir internet. (Foto: line today)

Winnetnews.com -  Wacana pembatasan akses internet di Papua rupanya dinilai buruk oleh sebagian kalangan. Pasalnya, pembatasan ini disinyalir sebagai bentuk antisipasi kabar palsu atau hoaks, mengingat rentetan insiden kerusuhan di Papua Barat selama sepekan terakhir.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik perihal pembatasan akses internet pasca sederet kericuhan di Papua Barat. Mengutip CNN Indonesia, hal tersebut merupakan diskriminatif berlapis yang dilakukan negara.

Pertama, tindakan tersebut menunjukkan bahwa negara tidak berimbang dan proporsional dalam merespons persoalan yang berkembang di Papua," ujar Komisioner KontraS, Yati Andriyani, Kamis (22/8/2019).

Yati pun mengkritik penambahan pasukan pengamanan di Papua tidak dibarengi dengan transparansi akses informasi. Hal itu menutup pengawasan publik terhadap penanganan persoalan yang tengah terjadi di Papua dan Papua Barat.

"Pelambatan akses internet justru semakin membuat pemerintah terkesan menghindari pengawasan dan transparansi dalam menangani situasi di Papua," ucapnya.

Apa Reaksi Kamu?