KontraS Desak Pembentukan Tim Kepresidenan Ungkap Testimoni Freddy Budiman

KontraS Desak Pembentukan Tim Kepresidenan Ungkap Testimoni Freddy Budiman

Jumat, 12 Agt 2016 | 21:13 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama jaringan masyarakat sipil dalam Tim Berantas Mafia Narkoba mendesak pembentukan tim independen kepresidenan untuk mengungkap keterlibatan aparat dalam peredaran narkoba berdasarkan keterangan Fredy Budiman.

"Kita menginginkan ada tim independen dari kepresidenan. Sementara tim independen di masing-masing institusi (penegak hukum) ranahnya untuk membantu tim yang lebih besar (bentukan) Presiden," kata Koordinator KontraS Haris Azhar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Menurut dia, tim independen yang diberi mandat khusus Presiden itu harus melibatkan sejumlah pakar, membuat laporan kepada masyarakat secara berkala, dan memiliki kewenangan menerobos berbagai institusi hukum untuk melakukan penyelidikan.

"Karena persoalan ini bukan domain satu institusi saja, tapi melibatkan institusi-institusi lain," ujar Haris.

Dalam tulisan yang dibuat Haris berjudul "Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)", mengaku memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air.

Uang masing-masing Rp450 miliar disebutnya telah diberikan kepada BNN dan Rp90 miliar ke pejabat Mabes Polri. Fredy juga mengaku pernah menggunakan fasilitas mobil pejabat TNI berbintang dua.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...