Kontras Ungkap Kejanggalan Pengiriman Terkontrol Narkoba Freddi Budiman

Kontras Ungkap Kejanggalan Pengiriman Terkontrol Narkoba Freddi Budiman

Jumat, 12 Agt 2016 | 17:12 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama jaringan masyarakat sipil yang tergabung dalam Tim Berantas Mafia Narkoba, mengungkap kejanggalan pengiriman terkontrol yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penyelidikan kasus peredaran narkoba Fredy Budiman.

Kejanggalan tersebut ditemukan dalam berkas putusan pengadilan militer terhadap Muhamad Muhtar, salah satu aktor lapangan yang ditugasi Fredy untuk mengurus persiapan pengiriman paket narkoba ke Cengkareng, Jakarta Barat pada 2012.

"Berkas putusan ini menunjukkan ada hal yang tidak jelas tentang siapa yang memberikan kewenangan 'controlled delivery' dan apa acuannya. Dalam peristiwa pidananya berhenti di Tol Kamal, harusnya pengantaran barang dibiarkan sampai tuntas, karena tujuan 'controlled delivery' adalah mengungkap rantai distribusi sampai penggunaan (narkoba)," ujar Koordinator KontraS Haris Azhar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Pencegatan di pintu Tol Kamal, Penjaringan, oleh tim gabungan BNN dan Bea Cukai terhadap Muhtar yang bertugas mengawal satu truk kontainer berisi 1,4 juta butir pil ekstasi, dianggap tidak sesuai dengan standar dan tujuan "controlled delivery".

Dalam konteks "controlled delivery" ini, BNN dan Bea Cukai hanya bersandar pada Pasal 75 huruf j UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi "melakukan teknik penyelidikan pembelian terselubung dan penyerahan di bawah pengawasan", tanpa menjelaskan secara spesifik dalam aturan hukum melalui prosedur standar operasi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...