(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kontroversi Kenaikan Tunjangan DPR

Rani
Rani

Kontroversi Kenaikan Tunjangan DPR

Jakarta, wingamers - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui kenaikan beberapa tunjangan bagi seluruh anggota DPR dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Bendahara Negara ini hanya merestui sebagian kenaikan tunjangan dari usulan yang diajukan DPR.

Banyak kontroversi terkait rencana kenaikan tunjangan anggota DPR yang rencananya akan cair pada bulan depan. Sebagaian politikus dan kader partai menolak adanya kenaikan tunjangan anggota DPR karena dinilai tidak sebanding dengan kinerja DPR saat ini. salah satunya adalah Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul. Ruhut Sitompul menolak dengan adanya kenaikan tunjangan bagi tiap anggota Dewan. Dia menyatakan, baik gaji maupun tunjangan yang didapat wakil rakyat sudah jauh dari kata cukup.

Meski menolak, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat ini mengaku tidak dapat berbuat apa-apa agar tunjangan tersebut dibatalkan. Sebab, baik anggota DPR dari partainya maupun dari partai lain lebih banyak yang menyetujui tunjangan tersebut dinaikkan.

Ruhut berharap, anggaran tunjangan kenaikan bagi tiap anggota dewan itu sebaiknya dialihkan ke sektor lain yang lebih membutuhkan. Utamanya diberikan kepada masyarakat kecil yang lebih membutuhkan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});