Kopaja AC Resmi Terintegrasi Transjakarta

Kopaja AC Resmi Terintegrasi Transjakarta

Selasa, 22 Des 2015 | 14:35 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Kopaja AC resmi terintegrasi dengan PT Transportasi Jakarta. Menyambut anggota keluarga baru, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih akan meresmikan armada bus angkutan umum pengumpan di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat hari ini.

Dengan wajah baru itu, penumpang hanya cukup membayar Rp 3.500 dengan sekali tap di halte. Sedangkan untuk sopir bus Kopaja AC, Pemprov DKI akan bayar sebesar Rp 10.350 per kilometer. Dengan begitu, mereka tidak lagi berlomba mengejar setoran.

"Penumpang bayar cuma 1 kali seharga Rp 3.500 di halte kita atau halte khusus yang dibuat untuk tempat pemberhentian Kopaja AC yang letaknya di luar halte resmi (TransJ). Setiap penumpang yang masuk nge-tap di halte, di dalam atau di luar halte resmi nanti naik dan turun di mana pun tetap Rp 3.500," ujar Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/12/2015) malam.

Meski bus Kopaja AC melayani penumpang di luar jalur busway, namun Kosasih menegaskan para sopir tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan. Bila ada penumpang yang menyetopnya di luar halte yang telah disediakan, maka bus Kopaja AC tidak akan melayaninya.

 

"Nanti ada rute-rute pengumpan yang fix barat Ragunan untuk mengambil area pemukiman dulu habis itu baru masuk ke koridor busway. Nanti mau dibuatkan halte-halte khusus pengumpan, enggak boleh berhenti sembarangan. Tidak akan berhenti kalaupun disetop (penumpang di pinggir jalan)," sambungnya.

Kosasih menjelaskan bus-bus yang dioperasikan nantinya tidak lagi berwarna dominan abu-abu hijau, tetapi bus berwarna biru dengan logo TransJ. Dia menyebut bus tersebut dalam kondisi baru dan bukan hasil dari peremajaan Kopaja AC lama.

Hingga saat ini terdapat 320 bus tampilan baru Kopaja AC. Meski semuanya sudah lolos uji Kir, namun belum dapat dioperasikan semuanya untuk melayani penumpang karena masih ada yang belum mendapat pelat kuning. Namun dia memastikan ada 100 bus yang ditargetkan beroperasi di Koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas atau Monas).

Menyoal skema rupiah per kilometer (Rp/Km), Kosasih mengatakan pihaknya hanya mengikuti aturan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pemprov DKI bersedia membayar para sopir Rp 10.350 per kilometer, namun untuk berapa jumlah upah pasti yang diterima para sopir nantinya tergantung dari mereka masing-masing.

"Rp 10.350 per kilometer itu sesuai di LKPP, kita lebih murah sedikit dari yang di LKPP (tawarkan sebesar Rp 10.539). Hitungan Rp/Km itu dari e-Katalog. Mereka kan sebagai pengumpan juga harus mau (beroperasi) di luar koridor busway, ya kalau kena macet mereka yang rugi tapi sudah bersedia," pungkasnya.

(seperti dilansir CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...