Korban Investasi Bodong 212 Mart Mengaku Diiming-imingi Kemajuan Umat

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 8 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Korban Investasi Bodong 212 Mart Mengaku Diiming-imingi Kemajuan Umat
212 Mart

Winnetnews.com -   Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Lentera Borneo mengatakan sejumlah warga di Samarinda yang menjadi korban investasi bodong 212 Mart awalnya diming-imingi kemajuan umat.

"Waktu itu iming-imingnya adalah untuk kemajuan umat, jadi para korban ini tertarik, selain itu nilai investasi terjangkau antara Rp500 ribu sampai dengan Rp20 juta," kata Kuasa Hukum LKBH Lentera Borneo I Kadek Indra Kusuma Wardana dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (6/5).

Kadek menjelaskan uang investasi awal berhasil mendirikan tiga gerai 212 Mart di Kota Samarinda. Namun, pada November 2020 mulai muncul masalah keuangan, seperti tagihah dari suplier hingga gaji pegawai yang tidak dibayar.

"Sehingga timbul pertanyaan dan bagi hasil yang dijanjikan itu ada sebagian kecil yang memang terealisasi tapi dengan nilai bervariasi, yang saya tahu itu yang paling besar dijanjikan 30 persen itu sama sekali tidak ada realisasinya," tambahnya.

Para nasabah koperasi ini, ungkap Kadek pada akhirnya eminta kepastian uang mereka kepada pengurus. Namun tidak pernah mendapat jawaban pasti.

Bahkan, beberapa pengurus koperasi 212 Mart itu sudah tidak diketahui keberadaannya dan tidak dapat dihubungi.

"Ngakunya pulang kampung tapi tidak bisa dihubungi sampai dengan hari ini," tambahnya.

"Kami sampaikan ilegal karena mereka mengatasnamakan koperasi untuk himpun dana tapi koperasinya itu tidak ada izinnya, tidak ada legalitasnya," imbuhnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...