Korban Meninggal Virus Corona Tembus 1.015
Sumber: Business Insider

Korban Meninggal Virus Corona Tembus 1.015

Selasa, 11 Feb 2020 | 10:03 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Wabah virus corona mematikan tembus di angka 1.015 di tingkat global per Selasa (11/2/2020). Berdasarkan angka tersebut, hanya 1 korban meninggal berasal dari Filipina.

Melansir SINDOnews.com, lonjakan angka kematian ini terjadi setelah provinsi Hubei melaporkan 103 kematian baru. Dalam laporan hariannya, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei juga mengonfirmasi 2.097 kasus baru di wilayah tersebut.

Di seluruh China sekarang mencapai 42.402 kasus atau orang yang terinfeksi virus corona baru. Sedangkan data kasus global mencapai 42.859 dengan 3.958 pasien disembuhkan, berdasarkan data dari John Hopkins CSSE.

Virus baru itu diyakini telah muncul tahun lalu di pasar yang menjual hewan liar di Ibu Kota Hubei, Wuhan. Kota Wuhan itulah tempat pusat wabah penyakit ini.

Presiden China, Xi Jinping, telah bertemu dengan para pekerja medis dan pasien yang terkena dampak wabah tersebut di sebuah rumah sakit di Beijing, Senin (10/2/2020).

"Dia menyerukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah (penyebaran) wabah itu," bunyi siaran CCTV mengutip seruan Xi Jinping.

Sebuah tim awal untuk misi pakar internasional yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk virus itu tiba di China Senin malam. Tim dipimpin oleh Bruce Aylward. Dialah yang mengawasi respons WHO tahun 2014-2016 terhadap epidemi Ebola di Afrika Barat.

Menjelang kedatangan tim, Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa ada beberapa contoh kasus di luar negeri pada orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.

Inggris pada hari Senin mencatat dua kali lipat kasus virus Corona baru menjadi delapan, dan pemerintah memperingatkan wabah virus Corona baru adalah ancaman serius dan segera.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan wabah akan hilang pada bulan April karena cuaca yang lebih panas, sebuah prognosis yang bertentangan dengan pejabat tinggi kesehatan AS.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...