Korban Virus Corona di China Capai 213, WHO Berlakukan Status Darurat Global
Petugas medis memeriksa turis asing dalam pencegahan mewabahnya virus corona yang kini sudah merenggut nyawa mencapai 213 jiwa di China. [Foto: Bloomberg]

Korban Virus Corona di China Capai 213, WHO Berlakukan Status Darurat Global

Jumat, 31 Jan 2020 | 09:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Wabah virus corona kini semakin ganas memakan korban khususnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kabar terbaru menyebutkan sebanyak 213 jiwa meregang nyawa lantaran virus langka ini.

Dikutip dari laman Detik.com, Jum’at (31/1), otoritas China mengkonfirmasi terdapat 9.692 kasus virus corona. Kurang lebih 2.000 kasus baru dilaporkan penduduk setempat.

Jumlah kematian meningkat menjadi 213. Komisi Kesehatan Nasional mengatakan 43 kematian baru terjadi akibat virus corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan situasi darurat global terkait virus corona mematikan yang menyebar dari China. Pengumuman pada Kamis ini diambil setelah China melaporkan lonjakan angka kematian terbesar dalam sehari.

"Alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China tetapi karena keadaan di negara-negara lain," kata petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Deklarasi ini bukanlah mosi tidak percaya di China. Sebaliknya, WHO terus memiliki kepercayaan terhadap kapasitas China untuk mengontrol wabah," kata Tedros.

Tedros menambahkan, kekhawatiran terbesar anak organisasi PBB ini adalah potensi penyebaran virus ke sejumlah negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

Oleh karenanya, lanjut Tedros, semua pihak harus bertindak dalam membatasi penyebaran secara bersama-sama.

“Kita hanya bisa menghentikannya bersama-sama," terangnya.

Meski demikian Tedros menyebut tak perlu ada pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan China dalam upaya membendung penyebaran virus. Virus corona diketahui sudah menyebar di 15 negara di seluruh dunia.

Banyak negara yang telah memperingatkan warga negara mereka untuk tidak mengunjungi China, sebagian telah melarang wisatawan dari Wuhan, Hubei, China, di mana virus itu pertama kali muncul.

Amerika Serikat (AS) melaporkan kasus pertama seseorang yang tertular virus corona. Seorang pria di Chicago tertular penyakit dari istrinya yang telah berpergian ke Wuhan.

Bahkan sejumlah maskapai mulai membatalkan penerbangan yang melayani China pada hari Rabu (29/1).

Israel melarang semua penerbangan dari China. Sementara itu Rusia mengatakan akan menutup perbatasan langsung dengan China.

Selain itu, lebih dari 6.000 wisatawan untuk sementara ditahan di atas kapal pesiar di pelabuhan Italia setelah dua penumpang China diisolasi karena khawatir mereka mungkin membawa virus. Hasil tes permulaan menunjukkan dua orang tersebut negatif. [dtc]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...