Korporasi Asing Terlibat Dalam Pembakaran Hutan

Rani
Rani

Korporasi Asing Terlibat Dalam Pembakaran Hutan

WinNetNews.com - Kabut asap di Pekanbaru Riau kondisinya semakin menggila. Setelah sepekan terakhir kabut asap mulai menghilang dan langit Pekanbaru terlihat agak cerah, kini asap mampir lagi di langit Pekanbaru akibat bertambahnya titik api (hospot) di wilayah Sumatera dan sekitarnya. Alhasil asap pekat kembali melumpuhkan berbagai sektor di kota tersebut.

Selama dua hari terakhir, hingga Selasa (20/10/15) jarak pandang di kota Pekanbaru hanya berjarak 200-400 meter. Seluruh kawasan kota diselimuti asap pekat, bahkan matahari pun tak tampak di kota tersebut. Sekolah-sekolah pun kembali diliburkan. Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pun ditutup. Level udara di kota itu menunjukan pada level berbahaya.

Sementara itu, Bareskrim Polri terus melakukan penyelidikan terkait pembakaran hutan di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Tujuh korporasi asing pun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran hutan ini.

Baca juga artikel: [Video] Penghancuran Hutan oleh Korporasi di Kalimantan

Tujuh korporasi yang ditetapkan jadi tersangka ialah:

1.PT ASP (China)

2.PT PAH

3.PT AP

4.PT H (Singapura)

5.PT MBI (Malaysia)

6.PT KAL (Australia)

7.PT IA (Malaysia)

"Selain tujuh korporasi ditetapkan tersangka, Komisaris PT PAH berinisial KBH dari Malaysia dan Komisaris PT AP berinsial KKH juga kita tetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan Pasal 116 Undang-undang Lingkungan Hidup. Kasusnya ditangani polda setempat," kata Anang, Selasa (20/10/2015).

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Brigjen Pol Yazid Fanani mengatakan pihaknya sedang mendalami keterlibatan perusahaan asing tersebut, apakah sengaja memberikan perintah melakukan pembakaran hutan atau tidak. Tiga orang dari korporasi di Sumatera Selatan dan Riau telah ditahan petugas.

"Masih didalami ya, kita harus hati-hati. Tiga orang dari korporasi di Sumatera Selatan dan satu orang di Riau, telah dilakukan penahanan. Mereka warga Indonesia ada yang pemilik saham dan manajer," tutup Yazid.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});