KPK: Akan Ada Tersangka Lain dari DPRD DKI

KPK: Akan Ada Tersangka Lain dari DPRD DKI

Selasa, 19 Apr 2016 | 08:27 | Rusmanto
WinNetNews.com - Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa kasus suap raperda terkait reklamasi tidak akan berhenti pada anggota DPRD DKI M Sanusi. Selain Sanusi, ada anggota DPRD lain yang dibidik oleh KPK.

"Kemungkinan ada, kemungkinan ada," kata Agus Rahardjo di Bandung, Senin (18/4/2016).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka yaitu M Sanusi selaku Ketua Komisi D DPRD DKI dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta Trinanda Prihantoro selaku Personal Assistant di PT APL.

Agus belum mau mengungkapkan siapa tersangka yang dibidik KPK itu. Tetapi jika melihat ke belakang, sudah ada beberapa anggota DPRD DKI yang ruangannya digeledah dan juga diperiksa sebagai saksi.

Pada Senin (11/4) lalu, penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap 7 anggota dewan. Mereka adalah Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Ketua Badan Legislasi DPRD DKI M Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD DKI Merry Hotma, Kasubbag Rancangan Perda DPRD DKI Dameria Hutagalung, anggota Badan Legislasi DPRD DKI M Sangaji dan anggota DPRD DKI S Nurdin.

 

7 Saksi itu diperiksa untuk tersangka M Sanusi. Dari 7 saksi itu, ruang kerja Prasetio dan M Taufik telah digeledah oleh tim penyidik KPK setelah melakukan operasi tangkap tangan pada Kamis, 31 Maret 2016.

Para anggota dewan itu membantah ikut-ikutan menerima suap seperti Sanusi. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi berkukuh bahwa hanya Sanusi yang menerima suap dari pengembang.

Di tengah rangkaian pemeriksaan itu, terungkap bahwa bos Agung Sedayu Group, Sugiyanto Kusuma alias Aguan pernah menjamu para anggota DPRD DKI pada akhir 2015 lalu. Nama yang disebut hadir adalah Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik, Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Muhammad Sangaji dan Ketua Panitia Khusus Reklamasi DPRD DKI Selamat Nurdin.

Aguan merupakan salah satu pihak yang telah dicegah KPK dalam penanganan kasus ini. Ia juga telah diminta keterangan oleh penyidik pada Rabu (13/4) lalu.

Selain pihak-pihak dari DPRD DKI, KPK juga sudah memeriksa sejumlah saksi dari pihak eksekutif. Mereka di antaranya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuty Kusumawati, Kepala BPKAD Pemprov DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, hingga staf khusus Ahok, Sunny Tanuwidjaja.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...