Skip to main content

KPK Beri Sinyal Panggil Foke di Kasus Reklamasi Teluk Jakarta

KPK Beri Sinyal Panggil Foke di Kasus Reklamasi Teluk Jakarta
KPK Beri Sinyal Panggil Foke di Kasus Reklamasi Teluk Jakarta

WinNetNews.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) reklamasi pantai utara Jakarta.

Usai diperiksa, Ahok sempat menyatakan bahwa izin reklamasi tersebut sudah dilakukan sejak era Fauzi Bowo alias Foke menjabat sebagai Gubernur DKI.

Terkait pernyataan Ahok itu, KPK beri sinyal untuk memanggil Foke, yang saat ini menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Jerman, untuk dimintai keterangan.

"Untuk Foke, tergantung penyidik. Apakah memang perlu keterangan dari dia," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriarti saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2016).

Saat ditanya, apakah keterangannya dibutuhkan mengenai izin reklamasi di zamannya, dia hanya mengatakan. "Kalau memang dibutuhkan, bisa dimintai keterangan," tandas Yuyuk.

Sebelumnya, usai diperiksa Ahok mengatakan, bahwa izin tersebut sudah keluar dari zaman Foke. "Sejak (zaman) Foke. Sejak Foke," kata Ahok.

Baca juga: KPK Diminta Lengkapi Bukti Keterlibatan Suap Reklamasi & Penggusuran Kalijodo

Untuk diketahui, izin pelaksanaan untuk Kapuk Naga Indah diterbitkan pada 2012 pada era pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo, sedangkan izin pelaksanaan untuk Muara Wisesa Samudera diterbitkan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Desember 2014.

Pada kasus Ketua Komisi D DPRD DKI, M. Sanusi diduga telah menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Ariesman Widjaja melalui Trinanda Prihantoro selaku Personal Assistant PT APL terkait proyek reklamasi. Dia langsung ditetapkan tersangka bersama Ariesman dan Trinanda usai diperiksa secara intensif.

Sumber: Okezone

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top