KPK Dinilai Langgar Peraturan Kapolri

KPK Dinilai Langgar Peraturan Kapolri

Minggu, 17 Jan 2016 | 17:33 | Liani
WinNetNews.com - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, menilai KPK telah melanggar Peraturan Kapolri (Perkapolri) dengan membawa Brimob bersenjata lengkap masuk ke gedung DPR RI.

"Bagaimana ceritanya menegakkan hukum namun pada saat yang sama melindas hukum yang dibuatnya sendiri. KPK harus baca lagi aturan Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009 bahwa kapan senjata laras panjang bisa masuk ke simbol-simbol negara. Kondisi apa yang membolehkan Brimob bersenjata laras panjang dan bisa mengobrak-abrik DPR," kata Pangi saat duhubungi, Minggu (17/1/2016).

Menurut dia, logika KPK sudah terbalik dengan membawa Brimob bersenjata laras panjang saat menggeledah ruangan anggota fraksi PKS Yudi Widiana dilantai 3 Nusantara I, gedung DPR.

"KPK kita dukung, namun harus profesional dan sesuai aturan main (SOP). KPK jangan berlagak benar. Gampang dan jangan bangun argumen yang membuat logika terbalik. Kalau salah tinggal minta maaf, kok masih merasa masih benar dan tidak salah. Mencari alasan-alasan yang tidak rasional," ujarnya.

Dia pun membandingkan, apakah Polri menerima KPK membawa Brimob dengan senjata laras panjangnya ketika mengeledah Jenderal Polisi yang terindikasi korupsi di institusinya. "Misalnya penggeledahan Kejaksaan Agung, Brimob atas perintah KPK bawa-bawa senjata laras panjang, apakah ini boleh dibiarkan. Jelas merobohkan dignity (martabat) institusi," katanya.

"Logika terbalik itu yang coba Fahri Hamzah bangun. KPK kita dukung namun harus profesional dan tidak boleh melanggar hukum dalam memberantas korupsi," tandasnya.

Dilansir dari laman inilahnews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...