Skip to main content

KPK Duga Ada Orang Lain Terima Suap Selain Damayanti

KPK Duga Ada Orang Lain Terima Suap Selain Damayanti
KPK Duga Ada Orang Lain Terima Suap Selain Damayanti

WinNetNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menduga masih ada orang lain yang menerima suap terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pasalnya, saat ini, KPK baru menetapkan anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti dan dua anak buahnya sebagai tersangka penerima suap.

"Diduga ada pihak lain (menerima suap)," kata Pelaksana harian Kepala Biro Huas KPK, Yuyuk Andriati dalam pesan singkatnya, Senin (18/1/2016).

Yuyuk pun mengakui bila sampai saat ini, KPK masih terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Dia memastikan penyidik akan mengembangkan kasus yang menyeret Damayanti yang merupakan politikus PDI Perjuangan.

Baca juga: Anggota DPR yang Ditangkap KPK Dikabarkan dari PDIP

Kendati demikian, Yuyuk belum mau menjelaskan secara jelas ke mana arah pengembangan perkara ini. Dia hanya menyebutkan penyidik menyasar ke penyelenggara negara.

Kasua suap ini terbongkar ketika KPK menangkap Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, serta dua anak buah Damayanti: Dessy A. Edwin serta Julia Prasetyarini. Mereka ditangkap pada Rabu 13 Januari 2016.

Damayanti diperkirakan telah menerima suap hingga ratusan ribu dolar Singapura secara bertahap melalui stafnya Dessy dan Julia.

Usai tangkap tangan, KPK sempat menyegel beberapa ruangan kerja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Penyidik menyasar ke lantai 6 Gedung Nusantara Satu yang menjadi ruangan Damayanti dan memasang pita pita plastik berwarna merah bertulisan KPK di pintu ruangan 0621 itu.

Selanjutnya, tim KPK mendatangi lantai 13 tempat para anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Pita penghalang KPK dipasang di ruang bernomor 1331 dengan tertera nama Anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto dari Fraksi Partai Golkar.

Tak lama setelah penggeledahan, KPK kemudian mendatangi ruangan Wakil Ketua Komisi V dari fraksi PKS Yudi Widiana. Ruangan Yudi kemudian turut disegel.

disadur dari situs metrotvnews

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top