KPK Kembali Panggil Sunny Terkait Kasus Suap Raperda DKI Jakarta

KPK Kembali Panggil Sunny Terkait Kasus Suap Raperda DKI Jakarta

WinNetNews.com - Terkait dugaan kasus suap pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) reklamasi di DPRD DKI Jakarta, KPK kembali memanggil Sunny Tanuwidjaja untuk dimintai keterangan untuk tersangka Muhammad Sanusi (MSN), dan memanggil Anggota DPRD DKI Mohammad Sangaji. M Sangadji. Ia akan dimintai keterangan untuk tersangka Ariesman Widjaya. Hanya saja M. Sanusi diperiksa sebagai tersangka.

Namun hingga pukul 09.10 WIB, Sunny belum tiba di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2016). Ini akan menjadi pemeriksaan ketiga Sunny.

"Saksi untuk MSN," kata Plt Kabiro Humas KPK Yuyuk Indriati, Rabu (18/5/2016).

Pada pemeriksaan sebelumnya, Sunny diperiksa untuk anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi. Setelah pemeriksaan, Sunny mengaku ada ancaman dari DPRD DKI apabila Ahok tetap ngotot dengan kontribusi 15% terkait raperda mengenai reklamasi. Kontribusi tambahan itu dibebankan kepada perusahaan pengembang.

"Kalau dari sisi dia (Ahok) 15% persen itu fix, harus ada. Hanya persoalannya apakah di perda atau di pergub. Hanya karena kemarin ada ancaman dari DPRD akan deadlock, beliau sempat mengatakan selama yang penting 15% jangan dicoret," ucap Sunny usai menjalani pemeriksaan di KPK, Senin (25/4).

Namun belakangan, Sunny mengatakan, terkait dengan kontribusi tambahan itu lebih fleksibel. Sunny juga menyebut Ahok sering berkomunikasi dengan banyak pihak termasuk dengan pengembang tentang hal itu.

"Sempat ada wacana seperti itu, makanya beliau jadi lebih fleksibel, tapi kan kemudian belakangan sudah lebih fix, intinya tidak ada negosiasi lagi. Komunikasi Pak Ahok dengan siapa saja sama kok mendengarkan masukan-masukan dari mereka kemudian dipertimbangan," jelas Sunny.