Skip to main content

KPK Panggil Wabup Klaten Terkait Dugaan Suap Promosi Jabatan

istimewa
istimewa

WinNetNews.com - KPK memanggil Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani sebagai saksi untuk Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini. Sri Mulyani, yang kini menjadi pelaksana tugas (Plt) bupati, dipanggil terkait dengan perkara dugaan suap promosi jabatan di Klaten.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SHT (Sri Hartini)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (20/3/2017).

Selain Sri Mulyani, KPK memanggil anak Bupati Klaten, Andy Purnomo, yang juga anggota DPRD Klaten, sebagai saksi. Kemudian, ada satu anggota DPRD Klaten lainnya, Eko Prasetyo.

KPK juga memanggil Kabid Mutasi BKD Klaten Slamet, PNS Dinas Pertanian Klaten, Nugroho Setiawan, ajudan Bupati Klaten, Nisa Puspitasari dan ajudan lainnya, Edy Dwi Hananto.

Ada pula pihak swasta yang dipanggil, yaitu Sunarso dan Dina. Tersangka kasus ini, Sri Hartini, juga dipanggil KPK untuk diperiksa.

KPK menetapkan Bupati Klaten Sri Hartini dan satu PNS, Suramlan, sebagai tersangka kasus dugaan suap promosi jabatan di Pemkab Klaten.

Pada awalnya KPK menyita uang Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri Hartini. Selanjutnya ada pula uang Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035, yang turut disita dari rumah dinas Sri saat operasi tangkap tangan pada 30 Desember 2016.

KPK kembali menggeledah rumah dinas Sri pada Minggu (1/1) dan menemukan uang Rp 3 miliar di kamar anaknya, Andi Purnomo, serta Rp 200 juta di kamar Sri. Andi, yang juga anggota DPRD Klaten, sempat diperiksa KPK terkait dengan kasus yang menjerat ibunya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top