KPK Pastikan Tak Hanya Damayanti yang Terima Suap

Rusmanto
Rabu, 20 Januari 2016 09:12 WIB
Oleh Rusmanto pada Rabu, 20 Januari 2016 09:12 WIB
Image KPK Pastikan Tak Hanya Damayanti yang Terima Suap

WinNetNews.com - KPK langsung mengebut penanganan kasus suap terhadap anggota Komisi V DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan penerima suap dalam kasus ini tidak hanya Damayanti.

"KPK sedang melakukan pengembangan ke arah yang lebih besar dalam kasus ini. Pada waktunya akan kami sampaikan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Rabu (20/1/2016).

Syarif belum mau menyebutkan arah pengembangan kasus ini dan siapa yang dibidik. Namun, informasi yang didapat dari tim satgas yang menangani kasus ini, ada beberapa anggota DPR yang diduga ikut menikmati uang haram dalam pemulusan proyek pembangunan jalan di Ambon itu.

Seperti diketahui, KPK telah menggeledah 4 ruangan di Komisi V DPR. Empat ruangan yang digeledah itu yaitu ruang kerja Damayanti, ruang kerja Budi Supriyanto yang juga anggota komisi V dari Fraksi Golkar dan ruang kerja Yudi Widiana yang merupakan Wakil Ketua Komisi V dari fraksi PKS serta ruang sekretariat Komisi V.

KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti disangka telah menerima suap senilai SGD 404 ribu. Namun, saat penangkapan, KPK hanya menemukan uang senilai SGD 66 ribu.

disadur dari situs detik

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Disney Pecat Sutradara Guardians of the Galaxy James Gunn

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.