KPK Siap Kawal Kasus Novel Baswedan di Persidangan

KPK Siap Kawal Kasus Novel Baswedan di Persidangan

Selasa, 2 Feb 2016 | 10:13 | Liani
WinNetNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan siap mengawal penyidik senior, Novel Baswedan pada persidangan di Pengadilan Negeri Bengkulu yang segera digelar beberapa hari ke depan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dengan bakal menggelar rapat pada Senin (1/2) besok.

“Kita akan rapatkan pada hari Senin (1/2/2016), guna membahas dan menyiapkan penasehat hukum kita karena Novel masih pegawai KPK,” kata Saut lewat pesan singkat, Sabtu (30/1).

Baca juga: KPK Kecewa, Roadshow 'Pengamanan' Novel Gagal

Sebelumnya, kuasa hukum Novel, Muji Kartika mengatakan jika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkulu telah menyerahkan berkas perkara keliennya ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Pihaknya baru mengetahui tentang pelimpahan tersebut pada Jumat (29/1) siang dan langsung mengadakan rapat untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. ‘Iya betul, sudah pelimpahan hari ini ke PN Bengkulu,” katanya saat dihubungi pada Jumat (29/1) malam WIB.

 

Muji mengatakan bahwa pihaknya juga mengaku siap menghadapi sidang tersebut. “Kuasa hukum menunggu panggilan sidang, terus ikuti proses persidangan. Hadapi saja,” lanjutnya.

Seperti diketahui, perkara yang dihadapi Novel adalah dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian pencuri sarang burung walet pada tahun 2004, ketika masih aktif bertugas sebagai polisi di Polres Bengkulu. Novel yang kemudian bergabung di KPK sejak 2007, kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 2012, saat KPK menyidik kasus korupsi yang menjerat Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Baca juga: 'Amankan' Novel Baswedan, KPK Ogah Minta Bantuan Jokowi

Kasus Novel sempat mereda, namun kembali diungkit ketika KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka. Pada 17 Desember 2015 lalu, Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengeluarkan kesimpulan dan rekomendasi sebagai respon atas laporan Novel yang dibuat pada 5 Mei 2015. Dalam kesimpulannya, kasus Novel penuh manipulasi dan rekayasa.

Dilansir dari laman rimanews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...