Skip to main content

KPK: Uang Suap Untuk Panitera Dari Saipul Jamil

KPK: Uang Suap Untuk Panitera Dari Saipul Jamil
KPK: Uang Suap Untuk Panitera Dari Saipul Jamil

Jakarta, Winnetnews.com - Uang suap yang diterima oleh panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Rohadi, terkait pengurusan perkara perbuatan asusila berasal dari penyanyi Saiful Jamil.

"Sumber uang suap sementara memang adalah dari terdakwa SJ (Saiful Jamil), dia sampai menjual rumahnya untuk ini, tapi sampai saat ini masih dilakukan pengembangan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (15/6) terhadap dua pengacara Saiful Jamil yaitu Berthanatalia Ruruk Kariman, Kasman Sangaji dan kakak Saipul Samsul Hidayatullah karena diduga menyuap panitera PN Jakut Rohadi demi mengurangi vonis Saiful Jamil yang dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp100 juta karena melakukan perbuatan asusila.

Namun KPK belum menetapkan Saipul sebagai tersangka.

"Nanti penyidik akan melakukan pemeriksaan dulu kepada yang bersangkutan (SJ) dan akan melakukan koordinasi untuk menghadirkan yang bersangkutan," tambah Basaria.

Saat ini Saiful Jamil ditahan di rumah tahanan Kejaksaan Negeri Jakut.

KPK menyita Rp250 juta yang diterima oleh Rohadi saat itu.

"Dalam penyelidikan yang dilakukan anggota (KPK), mereka menjanjikan Rp500 juta, tapi yang ditemukan Rp250 juta," ungkap Basaria.

Pemberian itu ditujukan untuk mengurangi vonis yang akan diterima Saiful Jamil.

"Ini terkait penanganan di PN Jakarta Utara dalam kasus Perlindungan Anak yaitu penggunaan pasal 82 UU Perlindangan Anak jo pasal 290 jo pasal 292 tentang perbuatan cabul yang dituntut jaksa penuntut umum selama 7 tahun penjara dan denda Rp100 juta tapi ingin ada pengurangan (hukuman) dan hasilnya putusan 3 tahun dan pasal yang diberikan adalah pasal 292. Seorang terdakwa berusaha untuk mengurangkan putusannya dengan segala macam cara, mungkin dia mengingkan sangat rendah bahkan mungkin 1 tahun," jelas Basaria.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top