(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Krisis Rohingya Harus Dituntaskan, Jokowi: Indonesia akan Bantu Selesaikan Permasalahannya

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Krisis Rohingya Harus Dituntaskan, Jokowi: Indonesia akan Bantu Selesaikan Permasalahannya

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia berkomitmen membantu menyelesaikan permasalahan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Jokowi meminta krisis Rohingya segera dituntaskan.

"Kita harapkan minggu ini kita kirim lagi bantuan obat-obatan. Sekali lagi, kekerasan krisis kemanusiaan ini harus dihentikan," ujar Jokowi saat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Indonesia juga sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Rohingnya. Selain itu, Jokowi sudah mengutus Menlu Retno LP Marsudi untuk berdiplomasi ke pemerintah Myanmar.

"Saya tugaskan Menlu untuk memberikan bantuan kemanusiaan," kata Jokowi.

Sejauh ini dilaporkan sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di Rakhine, sejak pekan lalu. Konflik itu dipicu bentrokan militer Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). 

Militer Myanmar menyebut ARSA mendalangi rentetan serangan terkoordinasi terhadap sejumlah pos keamanan di Rakhine. Militer Myanmar dalam pernyataannya juga menyebut, militan ARSA mendalangi sedikitnya 52 gelombang serangan terhadap pihaknya, dalam sepekan terakhir.

Dalam pertempuran sengit di Rakhine yang berlangsung selama 8 hari terakhir, militer Myanmar menyebut 370 teroris tewas dan 9 orang lainnya ditangkap hidup-hidup. Sementara itu, 15 personel militer Myanmar dan 14 warga sipil tewas dalam pertempuran itu.

Otoritas Myanmar menyalahkan ARSA atas serangkaian kekerasan, termasuk aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine. Militer Myanmar menegaskan pihaknya menggelar operasi militer di Rakhine untuk memusnahkan ARSA. Namun warga Rohingya yang berhasil kabur ke Bangladesh menyebut militer Myanmar yang mendalangi kekerasan seperti pembakaran dan pembunuhan, untuk mengusir mereka keluar dari Rakhine. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});