Skip to main content

Krisis Yunani, Warga Hanya Boleh Tarik 60 Euro/Hari di ATM

Krisis Yunani, Warga Hanya Boleh Tarik 60 EuroHari di ATM
Krisis Yunani, Warga Hanya Boleh Tarik 60 EuroHari di ATM

Athena -Yunani terancam bangkrut, karena tidak sanggup membayar utang International Monetary Fund (IMF) 1,6 miliar euro (US$ 1,8 miliar) atau sekitar Rp 22 triliun pada 30 Juni ini. Mencegah kepanikan penarikan dana besar-besaran, pemerintah Yunani membatasi tarik tunai dari ATM.

Dilansir dari Reuters, Selasa (30/6/2015), warga Yunani terlihat antre di mesin-mesin ATM. Namun mereka hanya boleh menarik uang maksimal 60 euro, atau sekitar Rp 840 ribu/hari (dengan asumsi 1 euro = Rp 14.000).

"Saya mempunyai 5 euro di kantong. Saya kita saya bisa beruntung bisa menarik uang. Namun antrean ATM di lingkungan saya sangat panjang. Saya tidak tahu lagi harus berkata apa. Ini berantakan," kata Yannis Kalaizakis, pria 58 tahun yang kecewa karena mesin ATM kosong.

Para pemimpin negara Uni Eropa kecewan dengan sikap pemerintah Yunani yang menolak syarat utang dari Eropa untuk membayar utangnya kepada IMF. Namun pintu para kreditur di Eropa untuk Yunani masih terbuka.

Presiden Prancis, Francois Hollande, meminta Perdana Menteri Yunani, Alexi Tsipras untuk kembali bernegosiasi. Dan Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, siap untuk memulai pembicaraan dengan Yunani.

Hollande juga telah berbicara kepada Presiden AS Barack Obama, guna menyiapkan solusi bila terjadi krisis di Yunani.

Bank-bank di Yunani tutup Senin kemarin, setelah Bank Sentral Eropa menolak memberikan bantuan dana 6 miliar euro, guna mengantisipasi penarikan besar-besaran.

Pebisnis mengeluhkan, mereka tidak bisa membayar gaji karyawan dan juga tagihan dari para suplier barang. Tsipras berencana melakukan referendum untuk menentukan, apakah Yunani harus menerima persyaratan utang dari Eropa atau tidak.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top