(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kronologi Penangkapan Penadah Motor di Kawasan Jagakarsa

Rani
Rani

Kronologi Penangkapan Penadah Motor di Kawasan Jagakarsa

WinNetNews.com - Polisi berhasil menangkap seorang penadah motor curian di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Upaya penangkapan tersebut berlangsung dramatis. Pelaku berinisial DI akhirnya bertekuk lutut setelah motornya tumbang usai ditabrak mobil polisi.

Dilansir dari situs Detik penangkapan tersangka yang dipimpin AKP Wagino dan AKP Abdulrahim dari Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berlangsung pada Sabtu (26/12) sore lalu. Sebelumnya, tersangka DI memang sudah diintai polisi karena diduga menjadi penadah motor hasil curian.

"Sebelum dilakukan penangkapan kami terlebih dahulu mengamati pelaku di Jl Nangka, Jagakarsa. Saat itu, tersangka sedang menunggu (tersangka) UG dan pelaku kelompok Lampung datang untuk transaksi motor hasil curian," jelas Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Hermanto dalam keterangan kepada wartawan, Senin (28/12/2015).

Hingga akhirnya, muncul tersangka UG yang datang menemui DI dengan membawa motor Honda Scoopy warna biru putih. Setelah itu, tersangka UG pergi dan berselang 15 menit kemudian datang pelaku kelompok Lampung yang tidak dikenal.

"Kelompok tersebut kemudian menjemput DI dengan membawa motor Yamaha Mio hasil curian," imbuh Budi.

DI dan pelaku lainnya kemudian berboncengan satu motor menuju ke suatu tempat. Pada saat itu, polisi yang membuntuti tersangka dengan menggunakan mobil bak kemudian menghadangnya.

Mengetahui dikejar polisi, pelaku kemudian mencoba melarikan diri. Namun kemudian polisi menabrakkan mobilnya ke motor yang ditumpangi tersangka ID dan temannya hingga akhirnya keduanya terpental ke aspal.

"Pada saat itu tersangka DI berhasil diamankan berikut barang buktinya sedangkan pelaku kelompok Lampung yang tidak diketahui namanya berhasil melarikan diri dengan dijemput oleh temannya yang menggunakan motor," jelasnya.

Salah satu pelaku kelompok Lampung yang kabur dengan motor itu berlari ke arah Pasar Rebo. Anggota yang berusaha mengejarnya kehilangan jejak pelaku.

"Hasil interogasi menurut tersangka, tersangka mengaku disuruh oleh UG (penadah) untuk membawa motor hasil kejahatan dari TKP ke Sukabumi," ungkapnya.

Adapun, motor tersebut diterima tersangka ID dari pelaku kelompok Lampung yang tidak dikenal di TKP penangkapan. Ia hanya mengaku, motor tersebut akan dijual oleh UG seharga Rp 2,5 juta dan setelah terjual tersangka akan mendapat komisi sebanyak Rp 300 ribu.

"Tersangka mengaku sudah 3 kali menerima motor hasil curian dari pelaku," ucapnya.

Dari tersangka, polisi menyita satu unit motor Yamaha Mio tahun 2012 bernopol B-3xx9-TNA, 1 buah kunci later T, 1 buah kunci pas berbentuk segitiga, dan 1 unit HP merk Nokia.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});