Kronologi Penipuan Sandy Tumiwa

Kronologi Penipuan Sandy Tumiwa

WInNetNews.com - Aktor tampan, Sandy Tumiwa Kamis (26/11/15) pagi ditangkap oleh aparat Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan investasi bodong. Penangkapan mantan suami Tesa Kaunang itu berdasarkan tiga laporan ke Polda Metro Jaya pada 2012 silam. Salah satu pelapornya adalah pedangdut Annisa Bahar.

Selain Sandy Tumiwa, tersangka lainnya, Astriana alias Cici yang bekerjasama dengan Sandy pun ikut diciduk polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan, berbagai keuntungan mulai dari prosentase hingga hadiah mobil BMW kepada sponsor paling atas, dengan catatan bila memenuhi omset Rp 5 Miliar per grup atau per kaki.

Astriana mengaku sebagai Direktur Utama PT CMS Bintang Indonesia, sementara Sandy mengaku sebagai Komisaris Utama perusahaan tersebut.

Kronologinya adalah mulanya, para korban dikumpulkan di salah satu mal di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Februari 2012 lalu. Tersangka Cici memberikan presentasi di hadapan sekitar 20 orang, memaparkan perusahaan hingga investasi yang ditawarkan kepada para korbannya.

"Kepada korban, kedua tersangka mengaku mengelola perusahaan PT CSM Bintang Indonesia yang bergerak di bidang pelatihan trading forex, batubara, dan entertainment lengkap dengan perizinannya," imbuhnya.

Kepada para korban, kedua tersangka menjanjikan keuntungan 40 persen per bulan selama 15 kali termasuk pengembalian modal. Para korban juga dijanjikan keuntungan sebesar 10 persen dari jumlah yang disetorkan, jika berhasil mengajak orang lain untuk berinvestasi.

Para korban juga tergiur dengan bonus pasangan antara 6-7 persen yang dijanjikan akan diberikan 2 kali sebulan pada tangal 1 dan 16. Sponsor dengan nilai investasi teratas dijanjikan mendapat bonus sebuah mobil BMW bila memenuhi omzet Rp 5 miliar per grup berikut kelipatannya.

"Kemudian ada bonus matching sebesar 1 persen juga," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadil Widiyanto mengatakan, para korban diyakinkan dalam presentasi itu karena ada artis Sandy Tumiwa.

"Sandy ini bertindak sebagai komisaris utama di perusahaan tersebut," kata Fadil.

Di sisi lain, para korban tergiur karena janji-janji keuntungan yang diberikan. Para korban kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening kedua tersangka.

"Sebagai bukti keikutsertaannya, para korban diberikan nomor PIN sebagai bukti bahwa mereka sudah terdaftar sebagai member di PT CSM," lanjutnya.

Namun, janji hanya janji. Para korban nyatanya tidak mendapat keuntungan yang dijanjikan, sementara modal para investor juga tidak dikembalikan.