Kronologi Terjadinya Musibah di Mina

Rani
Rani

Kronologi Terjadinya Musibah di Mina

Jakarta, WinGamers - Musibah di persimpangan jalan 204 dan jalan 223, mina sekitar 5 km dari  kota Mekah hari kamis (24/9) menimbulkan jumlah korban yang cukup fantastis. 717 orang jemaah meninggal dunia dan 800 lebih mengalami luka-luka. Menjelang prosesi puncak jemaah haji yakni  prosesi lempar jumrah di jam 07.30 waktu setempat atau sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan bermalam di muzdalifah, jemaah bergerak ke Mina untuk melaksanakan jumrah Aqabah yang waktu pelaksanaannya dibatasi setelah terbit matahari hingga tenggelamnya matahari. Sejumlah jemaah memilih untuk melempar jumrah di pagi hari ketika suhu udara belum terlalu panas. Sementara itu, akses menuju ke lokasi pelemparan jumrah hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

06.15 Waktu setempat

Akses masuk via terowongan Muasim sudah dipadati ribuan orang. Jemaah membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk bisa sampai ke lokasi lempar jumrah yang jaraknya kurang lebih 2 km dari pintu masuk terowongan Muasim. Pengemanan otoritas Saudi pagi itu tidak terlalu ketat. Diperkirakan bahwa jemaah yang sempat berhenti langkahnya mengalami kelelahan. Sementara itu, di lokasi lempar jumrah, seluruh lantai dipenuhi oleh jemaah. Akses keluar dan masuk area tersebut juga dipenuhi ribuan jemaah, sehingga tidak ada tempat untuk jemaah beristirahat.

07.30 Waktu setempat

Dua kelompok besar jemaah haji datang bersamaan di persimpangan jalan tersebut. Persimpangan tersebut merupakan salah satu tempat yang biasa dilalui jemaah menuju lokasi lempar jumrah. sekumpulan jemaah yang akan meninggalkan area tersebut bertabrakan dengan jemaah lain yang bergerak ke arah berlawanan atau menuju area tenda.Otoritas Arab Saudi menyebutkan bahwa, peningkatan jumlah jemaah menuju tempat lempar jumrah tiba-tiba terjadi. Akibatnya terjadi saling desak dan ricuh diantara para jemaah. Banyak diantara mereka yang terjatuh, kesulitan bernafas, bahkan terinjak-injak.

sebanyak 4.000 petugas dan 220 ambulans dikerahkan untuk membantu dan mengevakuasi korban. Sebagian besar korban dalam insiden tersebut berasal dari Negara Mesir dan Afrika. Namun 3 orang WNI turut jadi korban tewas, dan seorang WNI sedang dalam masa kritis. Beberapa Jamaah asal Mesir dan Sudan yang terjebak dalam gelombang saling injak di Mina turut mengkritik pengelola Haji Arab Saudi. Mereka mengaku telah beberapa kali berhaji, dan baru tahun ini pengelolaan begitu buruk.

Sementara itu, Jemaah Haji dari Indonesia di Mina terbagi dalam 52 maktab. Sebanyak 45 maktab di Harratul Lisan (Mina) dan 7 maktab di Mina Jadid. Jemaah yang tinggal di Harratul Lisan tidak melalui Jalan 204, tetapi melalui terowongan Muasim ketika akan ke Jamarat. Panitia penyelenggara Ibadah Haji juga mengantisipasi kepadatan jemaah yang akan melakukan lempar jumrah. Mereka mengeluarkan larangan melontar jumrah aqabah di tanggal 10 Zulhijah pada pukul 08.00-11.00 waktu setempat. Dengan alasan pada jam-jam tersebut merupakan waktu ketika jemaah beramai-rami pergi ke Jamarat untuk melontar jumroh. Kemudian pada tanggal 11-12 Zulhijah panitia menghimbau agar jemaah tidak melontar jumrah pada jam 13.00-16.00. Himbauan tersebut sekaligus peraturan untuk mengatur pembagian waktu jemaah haji dalam melaksanakan prosesi lontar jumrah, yang tujuannya agar pelaksanaan lempar jumrah bisa berjalan dengan tertib tanpa adanya penumpukan jemaah.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});