Kronologi Tertangkapnya Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan

Kronologi Tertangkapnya Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan

Kamis, 21 Jul 2016 | 12:25 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan diperiksa sebagai tersangka di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara, Rabu (20/7/2016), terkait kasus penipuan. Ramadhan Pohan diperiksa sekitar 12 jam.

Penangkapan berawal ketika Polda Sumut mendapatkan laporan dari Laurenz Henry Hamonangan (LHH) Sianipar yang mengaku ditipu uang sebesar Rp 4,5 miliar. Uang tersebut diberikan untuk kepentingan kampanye Ramadhan Pohan. Awalnya Laurenz tidak mengenal Ramadhan. Dia mengenal Ramadhan dari seseorang bernama Savita Linda Hora Panjaitan.

Dari situlah LHH mengaku terbujuk oleh janji Ramadhan dan memberikan uangnya ke posko pemenangan pasangan Ramadhan Pohan dan Eddy Kusuma.

LHH percaya karena pihak Ramadhan menyerahkan kepadanya selembar cek bernilai Rp 4,5 miliar dan berjanji akan memberi uang imbalan saat mengembalikan pinjaman sebesar Rp 600 juta. Dia dijanjikan, paling lama uangnya akan kembali dalam satu minggu.

Namun janji tersebut tidak terbukti hingga LHH melaporkan Ramadhan ke Polda Sumut.,

Lalu LHH mengadu ke Polda Sumut, polisi langsung mengeluarkan surat perintah penyidikan tertanggal 23 Maret 2016 dan menjadikan Ramadhan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan.

Ramadhan pernah mangkir dua kali pemanggilan kepolisian. Untuk yang ketiga kalinya polisi menjemput paksa Ramadhan dirumahnya di Jakarta. Ia juga sudah berjani pada penyidik untuk tidak kabur.

Dalam kasus ini, 13 saksi sudah dimintai keterangannya, Barang bukti yang disita seperti sejumlah fotokopi legalisir cek, fotokopi tanda terima uang sebesar Rp 4,5 miliar pada 18 Desember 2015 dan selembar invoice pemberian ponsel sebanyak 1.074 unit.

"Berdasarkan hasil penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti, yang bersangkutan akan dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHPidana," tambah Rina.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...