Kuartal tiga, aliran kredit bank masih tersendat

Kuartal tiga, aliran kredit bank masih tersendat

Jakarta - Pembangunan pada sektor keuangan khususnya perubahan struktur perbankan Indonesia diharapkan mampu meningkatkan perekonomian,, khususnya lembaga perbankan mempunyai peranan yang amat strategis dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Pada masa pemulihan ekonomi bank masih belum secara optimal melakukan fungsi utamanya sebagai intermediasi keuangan yang digambarkan oleh angka perbandingan jumlah kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan..

Sektor perbankan masih sulit lepas dari bayang-bayang gelap perlambatan kredit. Permintaan kredit masih seret mulai dari awal tahun hingga kuartal ketiga ini. Bahkan, baki kredit perbankan sulit untuk menggemuk hingga akhir tahun karena perlambatan ekonomi.

Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengakui, permintaan kredit di industri perbankan menyusut di paruh pertama tahun ini. Namun, memasuki semester kedua tahun ini, penyaluran pinjaman perbankan kepada nasabah mulai membaik. "Hanya saja, tetap saja tidak sebaik tahun lalu," kata Sigit, Kamis (3/9).

Meski melambat, Sigit mengatakan, permintaan kredit masih sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah. Saat ini, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri sekitar 5%.

Nah, dari proyeksi pertumbuhan ekonomi itu, Sigit memperkirakan, pertumbuhan kredit perbankan bakal lebih tinggi tiga kali hingga empat kali lipat. "Jadi, akhir tahun ini pertumbuhan kredit bakal berkisar 15%-20%," ucap Sigit.

Setali tiga uang, Direktur Utama Bank Permata Roy A. Arfandy juga mengamini aliran kredit di kuartal ketiga ini belum sekencang tahun lalu. Roy juga memperkirakan permintaan kredit masih melemah sampai akhir tahun.

Secara industri, kredit perbankan di tahun ini diprediksi bakal tumbuh antara 12% sampai 15%. Menurut Roy, pertumbuhan kredit di Bank Permata di bawah industri yakni hanya sekitar 10%. "Tapi, likuiditas masih baik," imbuh Roy.

Untuk mengimbangi lesunya kucuran kredit, Bank Permata memasang strategi dengan mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi alias fee based income. Pada tahun ini, Roy mengharapkan pendapatan komisi Bank Permata bisa berkontribusi 30% terhadap total pendapatan perusahaan.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Riyanto bilang, bank sentral menurunkan target pertumbuhan kredit. Tadinya, BI optimistis jika kucuran kredit perbankan di sepanjang tahun ini bisa mencapai15%. "Revisi terpaksa dilakukan dan kemungkinan besar di 11% sampai 13%," kata Erwin pada awal Agustus lalu.

Menurut Erwin, salah satu cara untuk mendongkrak permintaan kredit adalah stimulus fiskal berupa proyek pembangunan infrastruktur. "Range kami, pertumbuhan kredit di level itu stabil, yang paling penting adalah menjaga NPL," papar Erwin.